17 Pasangan Mesum Dirazia Satpol PP dari Kamar Hotel

  • Whatsapp
Belasan para pasangan mesum saat didata di kantor Satpol PP.
Belasan para pasangan mesum saat didata di kantor Satpol PP.

TANGERANG, (vivabanten.com) – Hari Jum’at yang seharusnya digunakan untuk memperbanyak ibadah bagi banyak orang, namun tidak dengan 17 pasangan bukan suami istri ini. Mereka harus menunduk malu saat dibawa ke Markas Komando (Mako) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang, Sabtu (11/8/2017) malam.

Belasan pasangan tersebut tertangkap basah tengah berduaan didalam kamar hotel melati di Kota Tangerang. Hotel tersebut yakni Hotel Tangerang, Hotel Anggrek, Hotel Mandala, dan Hotel Flamboyan.

“Dari Hotel Merdeka empat pasang, Hotel Anggrek dua pasang, Hotel Mandala dua pasang, dan Hotel Flamboyan sembilan pasang, total keseluruhan 17 pasang,” ujar Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman, A. Ghufron Falfeli.

Ghufron menuturkan, ke 17 pasangan mesum tersebut bahkan ada yang sudah memiliki pasangan sah. Ia menerangkan pasangan ini merupakan pasangan suka sama suka.

“Mereka ini ngakunya berpacaran, bahkan ada dua pasangan yang sudah memiliki pasangan sah, atau dengan kata lain mereka ini pasangan selingkuh,” ujarnya.

Saat dilakukan pendataan, diketahui pasangan mesum ini mayoritas berasal dari dalam wilayah Kota Tangerang. Sementara sisanya berasal dari luar Kota Tangerang.

“Ada 11 pasang dari dalam wilayah Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dua pasang, Cilacap, Jawa Tengah satu pasang, Kabupaten Bekasi satu pasang, dan Jakarta dua orang,” ucapnya.

Usai didata, pasangan mesum ini pun akan diserahkan kepada aparat wilayah setempat untuk dilakukan pembinaan.

“Sesuai dengan Perda Nomor 8 Tahun 2005, nantinya akan didata dan diserahkan kepada aparat wilayah dan keluarganya untuk dilakukan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya kembali,” tandasnya. (usdo/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.