Home / Banten Raya / Eva Peserta JKN-KIS Tenang Dampingi Ibunda Berobat

Eva Peserta JKN-KIS Tenang Dampingi Ibunda Berobat

TANGERANG, (vivabanten.com) – Program JKN-KIS adalah program untuk memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat. Dengan sistem rujukan berjenjang, peserta bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal. Eva, salah satu peserta JKN-KIS berusaha untuk terus menggali informasi sebagai bekalnya mendampingi ibunda menjalani pengobatan.

“Saya sedang menunggu antrian rawat jalan untuk ibu saya, kebetulan ibu saya harus periksa ke dokter spesialis penyakit dalam karena ada keluhan di lambung,” ujar Eva membuka perbincangan di Rumah Sakit Hermina Ciputat Tangerang Selatan.

Menjadi peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU), Eva dan ibunya Rosnani membayar iuran tepat waktu dan merasakan betul manfaat Program JKN-KIS. Ibunya harus menjalani dua kali operasi dan beberapa kali rawat inap. Eva pun tidak mengeluarkan biaya sama sekali dalam pengobatan ibunya.

“Ibu saya dua kali operasi. Pertama, di Rumah Sakit Fatmawati, karena rahim ibu saya turun. Kedua di Rumah Sakit Hermina, operasi varises. Sekarang ibu ada keluhan di lambung, kemarin karena asam lambungnya tinggi ibu sampai sakit kepala dan berkunang-kunang,” ujar Eva.

Eva bercerita bagaimana ia bisa mendapatkan pelayanan kesehatan untuk ibundanya. Menurutnya, mencari tahu informasi tentang JKN-KIS dan menjalani prosedur yang ada akan memberikan kemudahan.

“Intinya hanya satu, sabar dan ikuti prosedur. Semua harus menyadari yang pakai untuk berobat itu banyak, jadi harus sabar. Selama ini saya dengar berita tentang pelayanan yang kurang baik, bisa jadi salah satunya karena mereka tidak sabar dan memotong prosedur,” ucap Eva.

Berbekal dengan informasi yang cukup, Eva tidak segan membagikannya kepada peserta lain yang kebetulan ia temui di rumah sakit.

“Memahami aturan memang sangat penting. Kalau tidak gawat darurat ya jangan marah kalau harus membayar. Kalau gawat darurat pasti kok dijamin. Saya juga kalau sedang antri sama ibu, saya ngobrol dengan pasien lain. Saya tanya berkasnya apa, sudah lengkap belum, apalagi yang sudah sepuh dan tidak diantar siapa siapa. Kalau ada yang kurang saya pinjam handphone mereka, saya telfon anaknya untuk melengkapi,” ucap Eva.

Dengan berbagi informasi kepada pasien lain, Eva berharap orang lain bisa memahami dan mengikuti alur yang benar.

“Saya berusaha menyampaikan informasi yang benar, karena saya sudah menjalani, mendampingi ibu beberapa kali ke rumah sakit. Jika kita tidak berpegang pada prosedur dan informasi yang valid, kita jadi bingung mau melangkah,” tutup Eva.

Eva pun  berharap program ini berjalan dengan semakin baik dan memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

“Dulu waktu belum ada JKN-KIS, orang kalau berobat pasti yang pertama memikirkan biaya. Sekarang kita bisa lega, dengan iuran per bulan, bisa mendapatkan layanan yang baik mulai dari rawat jalan, bahkan operasi,” pungkasnya. (uyat/jojo)

About admin

Check Also

Walikota Tangsel Raih Penghargaan Di RCA

TANGSEL, (vivabanten.com) – Pemkot a Tangerang Selatan menambahkan prestasinya di bidang pembangunan. Kali ini pernghargaan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.