35 Prajurit Kodam III/Siliwangi Akhiri Pelatihan Pertempuran Hutan di Dodiklatpur

  • Whatsapp

LEBAK, (vivabanten.com) – Sebanyak 35 Perwira dan Bintara di jajaran Komandan Rindam III Siliwangi mengakhiri pelatihan pertempuran hutan yang telah berlangsung selama 35 hari di Depo Pendidikan Latihan dan Pertempuran (Dodiklatpur) di Desa Ciuyah, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak.

Latihan yang merupakan bagian dari Penataran Latihan Kaderisasi Pertemuan Hutan jajaran Kodam III/Siliwangi tahun anggaran 2019, ditutup secara langsung oleh Danrindam III /Siliwangi Kolonel Inf. Dr. Indarto Kusnohadi, S.I.P, S.H, M.H dan turut hadir Komandan Dodiklatpur Letkol Inf Herry Indriyanto dan Kepala Bagian Pengkajian dan Pengembangan Rindam III/Siliwangi, Letkol inf Golento Ivan Krisnantha.

Dalam kesempatan tersebut, Danrindam berharap, para prajurit yang telah melewati masa pelatihan pertempuran hutan ini dapat menjadi prajurit yang tangguh di medan pertempuran hutan, dengan memiliki berbagai kemampuan baik modern ataupun tradisional sehingga dapat memanfaatkan potensi yang ada di wilayah tertentu, seperti panah, sumpit dan lain-lainnya.

“Setelah melewati masa pelatihan ini prajurit diharapkan dapat menularkan kemampuannya kepada rekan ataupun juniornya, sehingga kemampuan pertempuran hutan dapat dikuasi oleh seluruh prajurit Kodam III/ Siliwangi,” kata Danrindam ketika menutup Penataran Latihan Kaderisasi Pertemuan Hutan Jajaran Kodam III Siliwangi TA 2019, di Lap Landasan Helypad Kampung Ciburuy pada Minggu (31/03/2019).

Lanjut Danrindam, para prajurit yang telah melewati masa pelatihan akan dikembalikan ke satuan masing-masing dan menjadi kader bagi Satuannya.

“Sebetulnya mereka sudah mempunyai basic, namun karena mereka adalah Kader dan akan mencetak kader-kader baru lainya, dalam pelatihan ini mereka kita tatar dari segi materi dan taktik pertempuran hutan sehingga nantinya mereka akan siap menjadi pelatih dalam pertempuran hutan di satuan regu masing-masing,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Danrindam, para prajurit diharapkan dapat mengembangkan kemampuannya dengan lebih memanfaatkan medan pertempuran yang ada. Karena, di Indonesia sendiri tidak hanya terdapat perairan, pegunungan tetapi juga terdapat daerah permukaan yang 70 persennya di dominasi oleh hutan.

“Setelah melalui masa pelatihan yang memakai 750 hektar daerah latihan ini, prajurit diharapkan dapat menghayati salah satu ciri hutan itu seperti ini, mereka harus bisa mengembangkan kemampuan tempurnya di model-model hutan lainya termasuk ditempat mereka ditugaskan,” harapnya.

Dikatakannya, dengan telah dikuasainya pertempuran hutan maka prajurit dapat memanfaatkannya untuk melakukan serangan Gerilya, Pertahanan, maupun operasi lainnya.

” Kalau kita hanya mengandalkan kemampuan pertahanan linear kita tidak akan pernah bisa menang, melihat kemanan dalam negeri jika terjadi pemberontakan maka pertempuran pasti akan terjadi di hutan. Kita harus bisa memanfaatkan berbagai medan yang ada untuk mencegah adanya hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.(kho/jojo).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.