Lintas Artha Sebut Tiga Nama Kasus Manipulasi Data Koapgi

  • Whatsapp
Sidang lanjutan kasus manipulasi data Kaopgi di Pengadilan Negeri Tangerang.
Sidang lanjutan kasus manipulasi data Kaopgi di Pengadilan Negeri Tangerang.

TANGERANG, (vivabanten.com) –  Sidang lanjutkan kasus manipulasi data pada Koperasi Awak Pesawat Garuda Indonesia (KOAPGI), di Pengadilan Negeri Tangerang menghadirkan Hery Wilmar dari Kantor Lintas Artha, Jumat (27/4/2018) lalu.

Hery membenarkan bahwasanya Koapgi tersebut, menggunakan jasa perusahaan Lintas Artha untuk penyimpanan data elektronik.

“KOAPGI menitipkan server ke Lintas Artha dan yang menitipkan server bukan perorangan akan tetapi badan atau perusahaan,” ujar Hery Wilmar kepada Majelis hakim yang di ketuai Indra Cahya, SH.

Pada persidangan tersebut, ia juga mengungkapkan hanya ada tiga nama yang memiliki tanggung jawab dan akses penuh atas server tersebut.

“Siswoyo Hadi, Wahyu dan Tatiana, nama tersebut yang bisa mengakses server. Pasword akun di miliki Sismoyo yang mengelola server,” ucapnya dalam persidangan.

Menurut Hery, dirinya juga mengaku server KOAPGI telah dipindah tangankan kepada Rimond B Sukandi selaku Ketua KOAPGI, namun ia tidak mengetahui pasti perihal penutupan data yang dilakukan oleh Adi Sasongko.

“Yang mendaftarkan server adalah Sismoyo. Tetapi atas nama KOAPGI, saya tidak mengetahui pasti masalah pemblokiran akses dan pencabutan status server,” jelasnya.

Pada persidangan itu, hakim sempat memperingatkan kepada Hery lantaran dinilai tidak konsisten dalam memberikan keterangan, sehingga ada beberapa pernyataan yang berbanding terbalik pada fakta yang tertuang dalam berita acara pemeriksaaan.

“Ini masalah menyangkut nasib orang karena tidak bisa menjawab saksi dipersilahkan membuka datanya dan sidang di skor untuk menghadirkan saksi ahli,” kata hakim.

Salah seorang saksi yang juga pernah menjadi Ketua Dewan pengawas KOAPGI 2016, Captain Iwan Setiawan di Pengadilan Negeri Tangerang, Senin (23/4/2018) pekan lalu menyatakan, bahwa sdr Asep Adhyana telah menyebarkan issue yang negatif melalui sms blast dan email perusahaan.

Menurut Iwan, informasi yang sudah tersebar kemana-mana tersebut sempat mengundang reaksi dari manajemen Garuda Indonesia sehingga pihak manajemen berplat merah tersebut turut menyikapinya. Oleh karena itu diadakan pertemuan kesepakatan yg di mediasi oleh Manajemen Garuda Indonesia utk melaksanakan RAT ke XIII bulan mei tahun 2015 lalu.

“Garuda telah menyikapi konflik yang terjadi di KOAPGI karena mereka juga mengetahui  melalui email blast yang disebarkan dimana-mana,” katanya.

Sementara itu terdakwa Away A Waluya dalam pernyataannya mengaku, dalam rapat anggota tahunan yang dipimpin oleh Iwan Setiawan dalam terkesan otoriter dan dipaksakan.

“Pada waktu itu kenapa saudara Iwan berkali-kali melakukan vooting untuk melengserkan saya sebagai ketua dewan pengawas, dan kenapa pada waktu itu tidak memberikan kesempatan kepada saudara Tatiana untuk menjelaskan tentang data keuangan,” tanya Away saat persidangan.

Away juga balik menuding, pada RAT yang digelar beberapa waktu lalu itu, tidak semuanya anggota KOAPGI yang sah.

“Pada waktu itu saudara mengetahui atau tidak ada yang bukan anggota KOAPGI mengikuti rapat itu,” kata Away lagi. Sementara dalam sidang itu Iwan Setiawan menjawab bahwa RAT semuanya telah berjalan sesuai dengan aspirasi semua anggota. (acep/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.