60 WRSE Dibekali Cara Membuat Keset

  • Whatsapp
Dinas Sosial melatih wanita rawan sosial ekonomi di wilayah Jatiuwung.
Dinas Sosial melatih wanita rawan sosial ekonomi di wilayah Jatiuwung.

TANGERANG (vivabanten.com) – Sebanyak 60 wanita rawan sosial ekonomi (WRSE) di Kota Tangerang dibekali keterampilan berupa Pembuatan Keset oleh Dinas Sosial Kota Tangerang, yang digelar pada (24-26/4/2018).

Pejabat pelaksana teknis kegiatan Dinas Sosial Kota Tangerang, Iman Firmansyah mengatakan, ke 60 WRSE tersebut berasal dari dua Kelurahan yakni Kelurahan Manis Jaya dan Keroncong Kecamatan Jatiuwung. Sebab, lebih dekat dari lokasi kegiatan dan menjadi fokus P2WKSS tahun 2018.

“Ke 60 WRSE ini dari latar belakang berbeda. Ada yang dari keluarga tidak mampu, ada pula janda yang dianggap rawan masalah social, sehingga harus diberi bekal keterampilan,” ujar Iman Firmanyah.

Firmansyah menjelaskan, dari 60 orang peserta ini juga dibentuk 6 Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang nantinya bertujuan untuk memberdayakan kelompok masyarakat miskin dengan pemberian modal usaha melalui program Bantuan Langsung Pemberdayaan Sosial (BLPS) untuk mengelola Usaha Ekonomi Produktif (UEP).

“WRSE ini sudah seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah. Hal ini sudah tertuang dalam Undang-undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial,” ucapnya.

Dalam UU tersebut, lanjut Iman, dijabarkan bahwa kesejahteraan sosial adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan material, spiritual dan sosial warga Negara, agar dapat hidup layak dan mampu mengembangkan diri, sehingga dapat melaksanakan fungsi sosialnya.

Faktanya sambung Iman, masih banyak masyarakat yang belum mampu memenuhi kebutuhan dasarnya secara mandiri, sehingga untuk mencapai hidup layak sangat susah. Dan ini butuh ‘tangan’ pemerintah.

“Karena itu, pemerintah memiliki kewajiban untuk melakukan langkah-langkah rehabilitasi sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial dan perlindungan sosial bagi para WRSE ini,“ tukasnya.

Melalui kegiatan pelatihan membuat Keset ini, sambung Iman, paling tidak program penanggulangan kemiskinan oleh Kota Tangerang bisa terealisasi, walaupun presentasenya tidak begitu besar dirasakan.

“Ini juga menyesuaikan dengan anggran di Dinsos yang memang terbatas. Semoga nanti ada tambahan untuk program ini,” tuturnya.

Camat Jatiuwung, Boyke Ahmad Sefei mengungkapkan, dirinya berpesan agar kegiatan ini ditularkan ke kelurahan lainnya, sehingga Kecamatan Jatiuwung bisa menjadi sentral keset jaman Now.

“Kami akan bantu dengan mendorong CSR Perusahaan yang ada di sekitar Kecematan Jati Uwung. Untuk itu, kami minta agar para Ibu-ibu ini segera membuat surat, kebutuhan apa saja yang diperlukan untuk segera dibahas di forum kecamatan dengan para lurah seprti bahan-bahan potongan kain, mesin jahit,” tukasnya.

Setelah kegiatan ini, pihak Dinsos akan terus memantau peserta yang ikut tersebut. Hal in dilakukan agar program tindak lanjutnya bisa tepat sasaran. Karena menurut Iman, akan terseleksi tersendiri mana peserta yang sereus mengembangkan usahanya dan mana yang tidak. (jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.