AHY : Jangan Ada Lagi Narasi Mengadu-domba

  • Whatsapp

MEDAN (vivabanten.com) – Sumatera Utara: “Jangan sampai politisasi agama berhimpit dengan masalah ekonomi dan keamanan. Tiga hal ini akan menjadi malapetaka dan tentu harus kita cegah dan cari solusinya,” kata Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat silaturahmi dengan awak media Sumatera Utara di Roda Tiga Cafe, Medan, Sumatera Utara, Selasa (5/6) malam.

“Itu yang kami Partai Demokrat perjuangkan. Walaupun kami tidak dalam pemerintah pusat, tetapi kami akan terus berikhtiar melalui wakil-wakil rakyat yang duduk di DPR RI, DPRD tingkat provinsi dan melalui para gubernur, wali kota ataupun bupati,” tegas AHY menjawab pertanyaan salah satu awak media terkait isu polarisasi agama di Indonesia saat ini.

Dalam kesempatan tersebut AHY juga menjelaskan bahwa ia selalu mengkampanyekan pentingnya membangun kerukunan antar bangsa tanpa melihat ras, suku, dan golongan.

“Pancasila itu digali, bukan ditemukan. Digali oleh _founding fathers_ kita dan itu diambil dari nilai-nilai Islam dan agama lain. Maka itu sila pertama kita adalah Ketuhanan Yang Maha Esa,” terang AHY.

AHY berharap tidak ada lagi narasi yang membenturkan nilai Islam dan Pancasila seperti yang muncul saat kontestasi Pilkada DKI Jakarta 2016. “Never take anything for granted, jangan menganggap persatuan akan terjadi dengan sendirinya,” imbau AHY.

“Ingat perang saudara di Timteng dan Balkan. Jangan sampai ada benturan diantara kita karena perselisihan yang dibuat-buat oleh kita sendiri. “Kami akan tetap teguh pada fondasi awal sebagai partai nasionalis, kami ingin memajukan negeri yang kita cintai ini. Sebagai partai yang religius, kami juga ingin memberikan kesempatan dan hak yang sama terhadap semua pemeluk agama Indonesia ini agar bisa menjalankan agamanya masing-masing, bisa menjalankan ibadahnya dengan tenang dan damai,” lanjut AHY.

Kepada para awak media yang hadir, AHY juga mengutarakan pandangannya untuk tetap mewaspadai adanya gejolak ekonomi eksternal yang terjadi di dunia. Indonesia, menurut AHY, termasuk negara yang terdampak akan adanya nilai tukar rupiah yang melemah, serta harga minyak bumi yang meningkat. “Artinya beban negara akan bertambah, karena hari ini kita adalah¬† _net importer of oil_, kita beli (minyak) dari luar,” ujar AHY. Oleh karena itu AHY mengingatkan bahwa hal ini patut menjadi perhatian kita semua sebagai bangsa Indonesia.

Selain berbicara soal potensi isu yang akan dihadapi Indonesia, wacana terkait posisi Partai Demokrat menjelang Pilpres 2019 juga menjadi obrolan AHY dengan rekan-rekan media. “Segala sesuatu di politik bisa terjadi. Diikuti saja, pasti akan¬† menarik dan seru banget,” tambahnya.

Dialog antara Komandan Komando Satuan Tugas (Kogasma) Partai Demokrat bersama awak media berlangsung seru dan interaktif.

Sebelum silaturahmi dengan awak media, AHY berbuka puasa bersama 10.000 masyarakat Kota Binjai bersama Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ibu Ani Yudhoyono, serta Calon Gubernur Sumut Edy Rahmayadi di Lapangan Merdeka Binjai. Masyarakat Binjai riuh menyambut kedatangan AHY.

Turut menghadiri acara ini antara lain, Wakil Ketua DPR RI Fraksi Partai Demokrat Agus Hermanto, Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat dan Wakil Komandan Kogasma Teuku Riefky Harsya, Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Sayed Abubakar Assegaf, dan Anggota Partai Demokrat yang juga Legendaris Bulutangkis Indonesia Taufik Hidayat. (adw/csa/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.