Asosiasi Transporter Cipulir Curhat Dengan Bupati Zaki

  • Whatsapp

TANGERANG, (vivabanten.com) – Belasan pengusaha jasa transportasi angkutan barang yang tergabung dalam Asosiasi Transporter Cipulir Tangerang, gelar pertemuan dengan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar.

Pertemuan antara pelaku usaha angkutan barang ini digelar di Pendopo Bupati Tangerang, Jalan Kisamaun Kota Tangerang, Rabu (19/12/2018).

Bacaan Lainnya

Dihadapan Bupati para pelaku usaha angkutan barang ini berkeluh kesah terkait adanya Perbup 47, tentang pembatasan jam operasional angkutan barang yang melintas di wilayah Kabupaten Tangerang.

Sekjen Asosiasi Trasnporter Cipulir Tangerang, Ahmad Gojali mengatakan,  terbitnya Perbup ini merugikan pihaknya selaku pengusaha. Mereka mengakui 95 persen bahan tambang dari Kabupaten Bogor disuplai ke Jabodetabek. Apalagi 2018 ini sedang banyak proyek, salah satunya perpanjangan runway bandara, tol Serpong, dan proyek swasta lainnya.

“Aturan itu menghambat pengiriman. Seharusnya target megaproyek di Bandara selesai 2019 bulan Mei, sepertinya akan mengalami kemunduran. Karena keterbatasan jam operasional material yang akan kita kirim,” ujar Gojali.

Menurut Gojali, pembatasan ini sangat dirasakan dampaknya secara ekonomi, mengingat dirinya yang berpendidikan rendah dan hanya bisa berprofesi sebagai sopir. Kalau jam operasi kita tidak diimbangi dengan kebutuhan, maka terjadi kerugian yang sangat besar yang dialami angkutan barang, kontraktor dan pembangunan pemerintah.

“Kalau ada kerugian otomatis perusahaan lambat laun akan bangkrut. Akibatnya karyawan akan di-PHK. Masyarakat akan kehilangan pekerjaan.” terangnya.

Gojali mengakui, dulu pihaknya sempat rapat dengan Pemkab Bogor, untuk mencari solusi penumpukan armada. Ia usul jalur neng-nong sampai Cicangkal (jalur rumpin) dibuka. Dulu sempat berjalan, tapi ketika kita terapkan, didemo massa.

“Padahal itu bisa mengatasi kemacetan. Yang kosong lewat rumpin, yang isi lewat legok. Jadi satu arah dan saat ini Legok jadi jalur satu-satunya. Kalau diatur seperti ini, jadi tidak ada jalur lagi,” tukasnya.

Para pengusaha ini berharap Bupati kaji ulang kebijakan, sehingga tidak ada yang dirugikan dari keputusan tersebut. (eroh/skj/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.