Asyik Mesum, 25 Pasangan Diamankan Satpol PP

  • Whatsapp

Razia Satpol PP Kota Tangerang

TANGERANG, (vivabanten.com) –  Razia yang dilakukan Tim Alap-alap Satpol PP ke sejumlah hotel melati di Kota Tangerang membuat beberapa pasangan mesum kocar-kacir, Selasa (20/2/2018).

Bacaan Lainnya

Sejumlah pasangan mesum tersebut tampak tergesa-gesa memakai baju saat petugas membuka paksa pintu kamar. Mereka juga nampak gemetar saat di datangi petugas.

Bahkan petugas juga mendapati beberapa pasangan tidak sah masih telanjang di dalam kamar, sehingga mereka buru-buru memakai pakaian dengan kondisi seadanya.

Saat Pol PP memeriksa salah satu kamar hotel dibilangan Kecamatan Neglasari, salah satu pasangan perempuan bersembunyi dalam kamar mandi, ketika Satpol PP perempuan memeriksa kamar mandi ternyata pelaku dalam keadaan bugil.

Pasangan mesum tersebut lantas mencoba mengelabui petugas dengan berpura-pura sebagai kakak beradik dan sedang beristirahat pasca melakukan perjalanan panjang.

“Kami sedang beristirahat, kita kakak beradik, kami bukan sedang berbuat mesum, kami juga gak ngapa-ngapin cuman istirahat aja kok,” kilah salah seorang laki-laki yang kedapatan masih menggunakan handuk.

Kabid Ketertiban Umum (Tibum) Satpol PP Kota Tangerang, A. Gufron Falfeli menjelaskan, razia tersebut menyasar pasangan bukan suami-istri yang ngamar di 4 hotel melati yang tersebar di beberapa kecamatan di Kota Tangerang.

Menurutnya, petugas mendatangi hotel dan mendatangi satu persatu kamar dan diminta kartu identitas oleh petugas pasangan mesum mengaku tidak membawa kartu identitas sama sekali.

“Sebagian besar dari mereka berasal dari luar Kota Tangerang,” katanya.

Dari razia tersebut 25 pasangan yang disinyalir mesum diamankan karena tanpa dilengkapi surat nikah yang resmi.

“Kalau mereka (pasangan mesum) ini tidak bisa menunjukan buku nikah resmi, maka akan dibawa ke kantor satpol PP untuk dilakukan pembinaan lebih lanjut,” tegasnya.

Ia menuturkan, razia tersebut dilakukan untuk melaksanakan dan menegakan peraturan daerah (Perda) nomor 8 Tahun 2005 tentang pelarangan prostitusi lantaran para pelaku mesum tersebut berasal dari luar kota tangerang dan mengaku belum mengetahui akan perda tersebut.

“Kita memberikan peringatan keras kepada pasangan yang tertangkap basah tersebut untuk tidak berbuat mesum dikota tangerang karna kota tangerang adalah Kota yang berjuluk Alhakul Karimah,” jelasnya.
Setelah digelandang ke kantor Satpol PP Kota Tangerang, lanjut Gufron, Para pasangan tersebut akan didata sekaligus diberi pembinaan serta diminta untuk membuat surat penyataan tembusan dari ketua RT maupun RW tempatnya tinggal.

“Mereka akan kita buatkan surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya,” ucapnya.

Ghufron menegaskan, bahwa pasangan yang terjaring operasi ini harus bisa memperbaiki kebiasaan buruk tersebut. Jika tidak, pihaknya akan memperlakukannya lebih tegas lagi.

“Pasangan yang terjaring harus merubah, jika terulang kembali akan menindak lanjuti dengan lebih tegas lagi,” jelasnya.

Menurutnya, operasi ini akan dilaksanakan secara rutin. Target awalnya adalah Hotel yang banyak berdiri di wilayah Kecamatan Karawaci dan Neglasari.

“Nantinya kegiatan seperti ini akan terus dilakukan untuk menciptakan kondisi yang kondusif dan menekan angka kriminalitas serta penyakit masyarakat,” paparnya. (indra/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.