Bangunan Tidak Sesuai Peruntukkan, Wakil Ketua DPRD Soroti Kinerja Pemkot

  • Whatsapp
Turidi Susanto
Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Turidi Susanto

Tangerang (VB),– Menjamurnya bangunan yang diduga tidak sesuai dengan fungsinya, menjadi penyebab saluran drainase buruk di Kavling DPR Kelurahan Kenanga, Cipondoh, Kota Tangerang. Pasalnya, resapan air kian menyempit sehingga mudah terdampak bencana banjir.

Belum lagi persoalan izin bangunan di wilayah tersebut, hingga kini masih menjadi polemik, karena tak sesuai peruntukan. Bahkan ketegasan Pemkot Tangerang untuk menertibkan bangunan dipertanyakan.

Bacaan Lainnya

Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang, Turidi Susanto mengatakan, pihaknya menyoroti progres tindakan tegas yang dilakukan Pemkot Tangerang terhadap para pelanggar Perda di kavling DPR pasca sidak.

Politisi partai Gerindra ini mengaku akan segera memanggil pihak-pihak terkait yakni Satpol PP, DPUPR, Dinas Perkim, DPMPTSP Kota Tangerang. Pemanggilan itu berkaitan dengan progres pemeriksaan pasca sidak yang dilakukan DPRD.

“Kami sudah meminta Dinas PUPR, DPMPTSP, dan Dinas Perkim, untuk menganalisa drainase dan perizinan serta merekomendasikan Satpol PP untuk menertibkan bangunan yang tidak sesuai peruntukan,” ujar Turidi kepada wartawan, Senin (27/1).

“Akan tetapi sampai saat ini belum juga ada penertiban bangunan di Kavling DPR blok A,” imbuhnya.
Sebelumnya sambung Turidi, kavling DPR blok A tidak pernah tertimpa banjir seperti saat ini. Warga kenanga kata Turidi, sudah bereaksi dengan melaporkan persoalan banjir lantaran drainase yang buruk, sehingga air tidak dapat mengalir dengan baik.

“Kami sudah perintahkan Dinas PUPR dan Dinas Perkim untuk mengecek drainase di kavling DPR layak atau tidak,” ucapnya.

Turidi minta kepada Dinas Perkim dan Satpol PP untuk segera menertibkan bangunan yang membandel di wilayah tersebut, supaya sesuai dengan peruntukan serta aturan pembangunan.

“Pembatasan pembangunan tugas perizinan, kami hanya minta Dinas Perkim dan Satpol PP bertindaktegas. Karena kami temukan bangunan tak sesuai peruntukan, salah satunya gudang alat berat yang berpotensi merusak jalan,” pungkasnya. (jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.