Bantuan Beasiswa PIP di Banten Diduga Bermasalah

  • Whatsapp
ILUSTRASI

LEBAK, (VB) – Bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) Offline di Banten bagi siswa dan siswi sekolah menengah atas (SMA) diduga bermasalah.

Pasalnya, program yang berasal dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah tersebut, banyak mengalami kejanggalan.

Bacaan Lainnya

Salah satunya yakni, terdapat setoran wajib dari sekolah penerima terhadap pihak-pihak yang mengaku utusan dari Kementrian selaku pihak yang mengurus, agar uang bantuan PIP Offline tersebut dicairkan.

Dugaan adanya setoran pada program PIP Offline yang tersebar di Kabupaten Serang, Pandeglang, Lebak dan Tanggerang tersebut, makin terlihat nyata saja. Lantaran, terdapat secarik kertas bukti setoran dari salah satu SMA di Kabupaten Pandeglang kepada seorang nama yang berinisial TBI.

“Itu bukti setoran dari salah satu sekolah yang mendapatkan bantuan PIP Offline kepada seseorang yang berinisal TBI, setoran tersebut sebesar Rp15 juta,” ujar salah seorang sumber yang namanya enggan dikorankan, Senin (24/2/2020).

Sementara itu, Darmanto Kepala Sekolah SMA Muhammadiah, Bojong Manik  Kabupaten Pandeglang, ketika dikonfirmasi wartawan terkait adanya setoran kepada pihak pihak tertentu membantahnya.

Menurut Darmanto, pihak sekolah tidak punya rekening bank yang tertera pada bukti setoran. Khusus, terkait program PIP Offline dirinya sudah tidak mau mengurusnya, karena sistemnya sangat ribet dan rumit.

“Kita tidak merasa menyetorkan uang kepada siapapun, karena kita tidak punya rekening BRI. Bahkan, untuk progran PIP, kami sudah menghentikannya,” tegas Darmanto kepada Warta Banten.

Hal berbeda terjadi di SMAN 1 Curugbitung, Kabupaten Lebak, karena sekolah terdaftar menjadi salah satu penerima program PIP Offline dan hal itu tertuang jelas dalam surat keputusan dari Kementrian Pendidikan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, dengan nomor 7263/D4/PD/2019 tentang siswa penerima program indonesia pintar (PIP) SMA tahun 2019 tahap Vll.

Akan tetapi, meski SK penerimaan tersebut menyebutkan jika SMAN 1 Curugbitung benar-benar mendapatkan dan siswa penerima tertera jelas sebanyak 130 orang.

Namun pihak sekolah melalui Asep, Kepala SMAN 1 Curugbitung, mengaku tidak pernah mendapatkan bantuan PIP Offline tersebut. Dirinya mengaku tidak pernah mengajukan, akan tetapi ia mengakui jika nama-nama yang tertera dalam SK tersebut benar siswa-siswinya.

“Kami tidak pernah menerima bantuan PIP Offline, kami juga tidak merasa mengajukannya. Tapi, kok ini ada ya nama-nama siswa saya dalam daftar penerima, ini wajib kita telusuri,” tandas Asep. (akw/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.