Banyak ‘Joki’ Pada UNBK Paket C, Dindik Merasa Kecolongan

  • Whatsapp

TANGERANG, (vivabanten.com) –
Berbagai cara dilakukan untuk meluluskan warga belajar, bagi pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) yang ada di lingkup Dinas Pendidikan Kota Tangerang.

Bahkan tanpa tedeng aling-aling para pengelola PKBM ini berani untuk melakukan kecurangan Dengan mengutus ‘Joki’ yaitu menyuruh orang untuk ikut ujian nasional berbasis komputer (UNBK), dengan nama peserta orang lain.

Namun, praktek perjokian yang dilarang keras ini berjalan mulus bahkan panitia ujian dan pengawas pun seolah tutup dan melegalkan praktek kotor tersebut. Bahkan Dinas Pendidikan pun tidak memberikan tindakan berupa sanksi kepada para pengelolah PKBM nakal ini.

Sangat ironis memang, praktek kotor dalam dunia pendidikan ini masih leluasa di Kota Tangerang, bahkan pengelola PKBM berani membayar joki untuk mengikuti UNBK ini.

Berdasarkan Permendikbud RI No 81 Tahun 2013 Tentang Pendirian Satuan Pendidikan Non Formal, pada Bab V pasal 8, ayat 1 menjelaskan Kepala Dinas Pendidikan melakukan pembinaan terhadap satuan Pendidikan Non Formal (PNF), melalui penilik sekolah. Pada Bab berikutnya menjelaskan bahwa Kepala Dinas Pendidikan melakukan Pengawasan dan Pengendalian terhadap satuan PNF melalui pengawas sekolah.

Hasil investigasi wartawan vivabanten.com dilokasi UNBK Paket C Tahap II di SMAN 15 Kota Tangerang yang laksanakan pada Selasa-Kamis (10-12/10/2017), diikuti oleh 131 warga belajar dari PKBM di wilayah Kecamatan Periuk dan Jatiuwung. Salah satunya (PKBM) Hikmah Nusantara, yang dikelola Oleh Anwar di wilayah Jatake Kota Tangerang.

Salah satu Joki UNBK Paket C yang namanya minta rahasiakan mengaku bahwa dirinya dibayar untuk mewakili ujian (istilah joki disana_red) untuk mengikuti UNBK selama tiga hari tersebut.

“Benar saya mewakili peserta dari PKBM untuk mengikuti ujian paket C ini. Lumayan Mas, dari pada saya tidak ada kegiatan, saya ikut ujian mewakili orang lain. Saya dibayar 100 ribu satu kali ujian,” ujarnya polos.

Menurut Joki tadi bahwa bukan dirinya saja yang mewakili ujian paket C milik warga belajar di sebuah PKBM tapi masih banyak Joki yang mengikuti jejeknya.

“Di kelas saya ruangan 3, ada sekitar 50 persen peserta ujian menggunakan jasa joki. Saya tidak ditanyain KTP sama pengawas ruangan, hanya menunjukkan kartu peserta saja,” jelasnya sambil menunjukkan kartu peserta ujian yang menjadi bisnis tahunan ini.

Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Pendidikan Non Formal pada Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Moh Adli ketika dikonfirmasi terkait maraknya praktek perjokian pada UNBK Paket C tahap II di SMAN 15 Kota Tangerang sangat kaget dan langsung melakukan sidak ke lokasi dan membenarkan adanya praktek kotor tersebut.

“Setelah saya cek langsung ke tempat ujian di SMAN 15 Kota Tangerang. Memang benar ada joki pada UNBK Paket C ini. Silakan hubungi Anwar selaku pengelola PKBM dan saya buru-buru di panggil Pak Kadis Pendidikan,” ucapnya singkat.

Masih menurut Adli, pihaknya akan memanggil Anwar selaku pengelola PKBM yang sekaligus panitia UNBK Tahap II Paket C di wilayah Kecamatan Periuk dan Jatiuwung.

“Kami akan panggil panitia pelaksana UNBK Paket C ini, untuk menjaskan maraknya perjokian pada ujian ini,” tukasnya.

Sementara, Anwar selaku Ketua PKBM sekaligus Panitia penyelenggara UNBK Tahap II paket kejar B dan C ketika hendak dikonfirmasi selalu menghindar.

Hingga berita ini ditulis bahkan ujian pun sudah selesai tidak ada upaya dari Dinas Pendidikan Kota Tangerang untuk memanggil panitia UNBK untuk mempertanggungjawabkan praktek kotor perjokian ini.

Menurut informasi, peserta UNBK Paket Kesetaraan harus membayar uang sebesar Rp 2,7 juta untuk paket B setara SMP dan Rp 3,1 juta untuk paket C setara SMA dan bahkan banyak dari mereka yang tidak mengikuti pembelajaran di PKBM. (usdo/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.