Bapenda Kota Tangerang Lakukan Verifikasi Data PBB-P2

  • Whatsapp
Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Tangerang, Kiki Wibhawa.

KOTA TANGERANG, (vivabanten.com) – Pemerintah Kota Tangerang melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) membentuk satuan tugas (Satgas) verifikasi data Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).

Kegiatan tersebut, sebagai upaya dari Bapenda Kota Tangerang untuk memverifikasi dan mengupdate data, sehingga menambah keakuratan data yang dari objek pajak.

Bacaan Lainnya

Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Tangerang, Kiki Wibhawa mengatakan, verikasi yang dilakukan Satgas ini untuk mencocokan data yg ada dengan kondisi sebenarnya dilapangan. Apakah masih sesuai atau SDH ada perubahan termasuk dengan posisi koordinat yang ada di peta Arcgis.

“Para Satgas langsung melakukan verifikasi data dengan survey ke objek pajak, kemudian mengirimkan lokasi survey ke dalam peta ARCGIS,” ujar Kepala Bapenda, Kiki Wibhawa kepada wartawan.

Menurut Kiki, para petugas ini juga harus membuat rekapitulasi data yang berkaitan dengan perubahan dalam survey ke lapangan, juga merekapitulasi data pendukung seperti foto lokasi dan mengukur bangunan.

“Mulai tahun ini kami melakukan survei lokasi objek Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) berdasarkan berdasarkan peta digital. Dengan tujuan untuk menunjang perolehan pendapatan asli daerah (PAD),” kata Kiki.

Kiki menjelaskan, ketidaksesuaian antara kondisi riil objek pajak dengan data wajib pajak akan mempengaruhi nilai objek pajak itu sendiri. Contoh dalam data bangunan masih berlantai satu, namun pada kenyataannya sudah berlantai dua.

Ketidaksesuai lainnya sambung Kiki, objek pajak masih terdata tanah kosong, namun pada data dilapangan tanah tersebut sudah berdiri bangunan.

“Jadi verifikasi ini sangat penting untuk mencocokkan data yang ada dengan kondisi objek pajak yang sebenarnya,” tandas Kiki.(ADV)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.