Bapenda Naikkan NJOP, Untungkan Masyarakat Naikkan Harga Jual Tanah dan Properti

  • Whatsapp
Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah saat membayar pajak pada acara pekan panutan pajak.

TANGERANG, (VB) – Pemerintah Kota Tangerang melalui Badang Pendapatan Daerah tahun 2020 ini, menaikkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) untuk pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) dengan harga di pasaran.

Kenaikan NJOP ini otomatis akan meningkatkan nilai tagihan PBB-P2 yang harus ditanggung wajib pajak (WP). Namun, pemerintah akan memberikan subsidi sebesar 100 persen, agar WP tidak perlu risau. Adanya subsidi ini membuat tagihan yang harus ditanggung WP sama dengan tahun sebelumnya.

Muat Lebih

“Ada kenaikan nominal yang tertera dalam SPPT PBB di Kota Tangerang, tetapi warga tak perlu risau karena Pemkot Tangerang memberikan subsidi 100% untuk kenaikan tersebut. Dengan demikian, nominalnya akan sama dengan tahun sebelumnya,” ujar Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah belum lama ini.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tangerang, Said Endrawiyanto saat menjelaskan terkait kenaikan NJOP.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tangerang Said Endrawiyanto mengatakan, kenaikan NJOP tersebut justru menguntungkan masyarakat di Kota Tangerang. Bahkan Pemkot Tangerang menerapkan subsidi 100 persen, bagi warganya untuk membayar kenaikan NJOP tersebut.

“Nilai tertera di SPPT PBB tersebut bisa menjadi acuan untuk penjualan objek pajak, sehingga tidak akan ada objek yang dijual di bawah harga NJOP tertera. Kemudian untuk pembayaran pajak kenaikan, selisihnya ditanggung Pemkot Tangerang 100 persen,” kata Said.

Untuk itu sambung Said, bagi para wajib pajak yang sedang berniat membeli rumah atau properti, tentunya harus mengenal terlebih dahulu istilah Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).

Secara sederhna kata Said, nilai jual objek pajak adalah taksiran harga rumah dan bangunan yang dihitung berdasarkan luas dan zona rumah serta bangunannya.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tangerang, Said Endrawiyanto saat berfose bersama.

“Jika ingin melakukan transaksi jual beli rumah, nilai NJOP merupakan hal yang penting untuk dipahami. Sebab dengan mengehtahui nilai NJOP ini, kita jadi tahu sebarapa besar dana serta pajak yang akan ditanggung dari transaksi jual beli properti/rumah tersebut,” jelas Said.

Masih menurut Said, nilai jual objek pajak merupakan salah satu unsur perkalian yang ada dalam SPPT PBB-P2 yang hasil akhirnya memperoleh nilai pajak bumi bangunan yang terhutang.

“Tahun 2020 ini Pemkot Tangerang melakukan penyesuaian NJOP dengan mendekati harga pasar dan untuk menghindari kerisauan terkait pembayaran pajak PBB. Untuk itu, Kami memberikan kebijakan secara otomatis pengurangan yaitu 100 persen dari selisih kenaikan pajak antara tahun 2019 menuju ke tahun 2020,” ucapnya.

Bagi Anda yang ingin menjaga asset kata Said, maka Anda harus paham tentang SPPT PBB. Surat pemberitahuan berikut ini adalah surat pemberitahuan yang diterbitkan oleh instansi pemerintah terkait pajak terutang dalam satu tahun pajak. SPPT ini sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1994 tentang Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tentang Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Said menuturkan, SPPT merupakan dokumen yang menunjukkan besarnya utang atas PBB yang harus dilunasi oleh wajib pajak pada waktu yang telah ditentukan. Biasanya, dokumen ini sering hadir berbarengan dengan Izin Memberikan Bangunan (IMB) dan sertifikat, namun SPPT bukan merupakan bukti kepemilikan objek pajak.

“Jadi, bukti hak dan kepemilikan tanah atau bangunan adalah sertifikat, sementara IMB untuk menunjukkan bahwa bangunan yang didirikan sudah sesuai izin dan peraturan yang berlaku,” tukasnya.

Said mengungkapkan, bagaimana cara memperoleh Nilai Jual Objek Pajak yakni pertama, harga rata-rata yang diperoleh dari transaksi jual beli yang terjadi secara wajar (Transaksi, Penawaran). Kedua, perbandingan dengan objek lainnya yang sejenis dan ketiga, nilai perolehan baru.

Adapaun manfaat penyesuaian NJOP kata Said, penyesuaian NJOP perlu dilakukan menyesuaikan harga pasar mengingat NJOP tidak saja digunakan sebagai dasar pengenaan Pajak PBB-P2 dan BPHTB saja, namun juga dimanfaatkan oleh instansi pemerintah maupun swasta.

Seperti perhitungan aset dan harta, meningkatkan nilai aset yang dimiliki oleh wajib pajak, menjadi acuan bagi jual beli untuk masyarakat, menjadi salah satu patokan harga ganti rugi, sebagai acuan pengajuan kredit ke perbankan, perhitungan LHKPN bagi para pejabat publik dan kepentingan lain yang memerlukan harga proferty.

“Kini Pemkot Tangerang memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk membayar pajak PBB-P2 secara mudah, karena bisa dilakukan melalui Bank BJB, Kantor POS, AlfaMart, Indomart, Bukalapak dan Tokopedia,” pungkasnya. (ADV)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.