Bayi Umur 1,5 Tahun Tewas Dianiaya Ayah Kandung Sendiri

  • Whatsapp

TANGERANG, (vivabanten.com) – Penyesalan datang belakangan mungkin ini yang dialami, Slamet (24), pria asal Kalideres yang menghabisi nyawa anak kandungnya sendiri Syaifullah (1,5) lantaran selalu menangis.

Slamet memukul anaknya dibagian dada dengan benda tumpul hingga tewas. Akibat perbuatannya tersebut, Slamet kini mendekan di penjara untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Abdul Karim mengatakan, pihaknya menjerat pelaku dengan Pasal 76C Jo Pasal 80 ayat (3) dan ayat (4) UU RI No 35/2014 tentang Perlindungan Anak sub Pasal 44 Ayat (3) UU RI No23/2014 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDR).

“Ancaman hukumannya yaitu mengingat karena korban meninggal, dipidana penjara selama 15 tahun atau denda Rp 3 miliar,” ujar Abdul Karim saat jumpa pers di Mapolres Metro Tangerang, Jumat (08/02).

Menurut Abdul, sangkaan pasal tersebut diberikan setelah pelaku secara tega memukuli darah dagingnya menggunakan tangan kosong sebanyak tiga kali, hingga mengalami pendarahan dan patah tulang iganya.

“Tersangka adalah orang tua kandung korban dan sudah berkali-kali memukuli korban,” ucapnya.

Dari kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti diantaranya satu potong baju warna kuning, satu potong celana panjang warna kuning, satu potong kaos dalam warna pink dan satu selendang batik berwarna coklat.

“Tersangka kesal dengan korban jika tersangka menggendong atau mengajak korban selalu menangis,” katanya.

Sebelumnya, Slamet melakukan pemukulan terhadap Syaifullah, bayi berusia lima bulan berjenis kelamin laki-laki yang merupakan anak kandungnya hingga tewas, karena kesal mendengar jeritan tangisnya ketika berada dipangkuannya di Kampung Bulak Kambing, Benda, Kota Tangerang, pada Rabu lalu.(jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.