Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Shabu

  • Whatsapp
Petugas Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta Tangerang saat merilis hasil penangkapan shabu. (Foto : usdo/vivabanten.com)
Petugas Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta Tangerang saat merilis hasil penangkapan shabu. (Foto : usdo/vivabanten.com)

TANGERANG, (vivabanten.com) – Dalam upaya mengamankan pintu masuk Indonesia dari gempuran narkotika, Bea Cukai bersama Kepolisian mengungkap delapan upaya penyeludupan berbagai jenis narkotika di Bandar Udara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Dari penindakan tersebut, tujuh diantaranya merupakan operasi gabungan bersama Polres Bandara Soekarno-Hatta, sedangkan satu penindakan lainnya merupakan hasil kerja sama Bea Cukai bersama Bareskrim Mabes Polri.

“Dari keseluruhan operasi gabungan ini, telah diamankan barang bukti methamphetamine (shabu) dengan berat total kurang lebih 3 kilogram, 12 gram acetyl fentanyl, 7,3 gram pasta ganja dan 10 ampul ganja cair (liquid), serta 100 gram Epilon,” ujar Kepala KPU Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta, Erwin Situmorang, Kamis (14/9/2017).

Penindakan delapan kasus penyeludupan narkoba ini menambah panjang daftar penindakan narkotika, psikotropika, dan prekursor (NPP) di Bandar Udara Soekarno-Hatta.

“Sepanjang Januari hingga awal September 2017 ini Bea Cukai Soekarno-Hatta telah menindak 72 kasus dengan barang bukti NPP yang diamankan aparat seberat 406,3 kg,” ucapnya.

Dengan banyaknya kasus narkoba yang diungkap, Bea Cukai Soekarno-Hatta menghimbau kepada masyarakat untuk terus waspada dan turut aktif memberantas peredaan narkoba di negeri ini.

“Data ini tidak hanya menunjukan keberhasilan aparat penegak hukum semata, namun juga menjadi pemicu kewaspadaan bagi semua pihak, khususnya bagi masyarakat untuk terus √•ktif dalam membendung peredaraan narkoba dan melindungi generasi penerus bangsa dari penyalahgunaan narkotika itu sendiri,” pungkasnya.(usdo/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.