Benih Kedelai Bervirus Dimusnahkan Karantina Bandara Soetta

  • Whatsapp
Petugas Balai Karantina Pertanian Bandara Soetta saat memusnahkan benih kedelai yang bervirus.
benih kedelai bervirus dimusnahkan
Petugas Balai Karantina Pertanian Bandara Soetta saat memusnahkan benih kedelai yang bervirus.

TANGERANG, (vivabanten.com) – Sebanyak 2,2 ton benih kedelai yang mengandung virus asal Taiwan, dimusnahkan Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Bandara Soekarno-Hatta dengan cara dibakar di Incenerator, Senin (29/2/2018).

Pelaksana Tugas Harian Kepala BBKP Bandara Soetta, Eka Darnida Yanto mengatakan, pemusnahan komoditas pertanian yang terdiri dari hasil tumbuhan dan olahan hewan yang diamankan di Terminal 2 dan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, ditemukan mengandung Broad Bean Wilt Virus (BBWV) yang merupakan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) Kategori A1 golongan 1 yang sangat berbahaya.

Menurut Eka, adapun yang dimusnahkan tersebut, diantaranya 400 gram benih Kedelai asal Taiwan yang mengandung virus. Meski jumlahnya terbilang sedikit, namun virus yang ada pada bibit tersebut belum pernah ditemukan di Indonesia dan sangat berbahaya bagi pertanian.

“Kendati dilengkapi sertifikat, namun pada saat dilakukan pemeriksaan laboratorium dan fositif mengandung BBWV, dan harus dimusnahkan karena sangat berbahaya bagi pertanian kita,” ujar Eka usai melakukan pemusnahan.

Diketahui, kategori A1 adalah penyakit yang belum ada di Indonesia dan tidak dapat dibebaskan dengan cara perlakuan katantina.

Eka menjelaskan, BBWV yang terdapat pada kedelai itu dapat mengurangi produksi hingga 50-75% dari total luasan lahan tanam.

“Selain dapat menurunkan produksi, BBWV juga dapat menyerang 180 spesies tanaman lainnya dari 41 famili, antara lain tomat, wortel dan kacang panjang,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Karantina Hewan Risma Juniarti PS mengungkapkan, pihaknya juga melakukan pemusnahan terhadap 5 ekor burung merpati yang juga asal Taiwan.

“Lima ekor burung merpati tersebut dimusnahkan karena berasal dari area wabah Avian Influenza (AI) yakni Taiwan yang merupakan bagian dari Tiongkok,” ungkap Risma.

Hal ini lanjutnya, sesuai dengan Permentan nomor 44 tahun 2013 tentang Penghentian Pemasukan Unggas dan/atau Produk Segar Unggas dari Republik Rakyat Cina ke dalam Republik Indonesia.

“Seluruh unggas dan produk unggas yang berasal dari daerah wabah Avian Influenza wajib dimusnahkan. Untuk mencegah wabah AI berulang kembali di Indonesia,” tegasnya.

Selain itu, komoditas pertanian yang dimusnahkan kali ini diantaranya buah kurma asal Mesir sebanyak 93 kg, produk asal hewan dari luar negeri sebanyak 683 kg, vaksin milik PP Pordasi sebanyak 9 vial dan produk pertanian lainnya kurang lebih 1,6 ton. (usdo/indra/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.