Berhasil Budidaya Jagung Hibrida, Kades Bulakan Surati Presiden

  • Whatsapp

LEBAK, (vivabanten.com) – Budidaya tanaman jagung hibrida jenis NK 212 mampu menjadi sumber mata pencaharian bagi warga masyarakat empat desa di Kecamatan Gunungkencana, Kabupaten Lebak.

Kades Gunungkendeng, Santibi mengatakan, di wilayahnya ada seorang petani jagung yang bisa menghasilkan Rp 3 juta per bulan.

Bacaan Lainnya

“Hasil dari mulai tanam jagung sampai ke panen dalam satu hektar setengah bisa menghasilkan 9.700 Kg jagung, lalu dijual Rp3.200 per kilogram untuk jagung kering. Jadi, sekali panen selama 4 bulan rata-rata bisa menghasilkan Rp27 juta, lalu dipotong ongkos tanam berikut pupuk sebesar Rp15 juta. Ya sekali panen bisa mendapatkan Rp. 3 juta per bulannya,” ujar Santibi, Kades Gunungkendeng, kemarin.

Menurut Santibi, budidaya jagung di Kecamatan Gunungkencana terdapat sekitar seribu hektar lebih tersebar di empat desa. “Desa Bulakan seluas 575 hektar, Tanjungsari 165 hektar, Kramatjaya 135 hektar dan Desa Gunungkendeng sendiri ada 200 hektar,” jelas Santibi.

Dengan adanya buddidaya jagung ini sambung Santibi, mampu menyerap puluhan tenaga kerja di desanya.

“Baik laki-laki maupun perempuan semuanya turun ikut menanam jagung. Sehingga kadang-kadang kita sulit mencari orang kuli, sebab rata-rata ikut menanam jagung,” ucapnya.

Sementara Itu Kades Bulakan, Wawan mengamini apa yang dikatakan Kades Gunungkendeng. Malah menurut Wawan, pihaknya sampai melayangkang surat ke Presiden RI untuk dapat berkenan hadir dalam acara panen raya jagung nanti.

“Suratnya telah kita sampaikan melalui Bapak Gubernur Banten pada hari Senin (7/1) kemarin. Mudah-mudahan beliu (presiden RI Joko Widodo-red) dapat berkenan hadir dalam acara panen raya, yang direncanakan akan digelar pada pertengahan bulan Februari besok,” pungkasnya.(eko/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.