BKPSDM Kota Tangerang Lakukan Pemetaan Kompetensi Bagi ASN

  • Whatsapp
Kepala BKPSDM Kota Tangerang, H. Akhmad Lutfi.
Kepala BKPSDM Kota Tangerang, H. Akhmad Lutfi.

TANGERANG – Berdasarkan Peraturan Walikota Tangerang Nomor 111 Tahun 2016  tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Penilaian Kompetensi Pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia.

Pembentukan tersebut, sebagai respon dari adanya UU ASN Nomor 5 Tahun 2014 salah satu syarat yang diwajibkan dalam penempatan pegawai, baik untuk promosi, mutasi maupun rotasi adalah berdasarkan kesesuaian kompetensi dengan standar kompetensi suatu jabatan.

Bacaan Lainnya

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Drs. H. Akhmad Lutfi mengatakan, untuk menerapkan prinsip The right man in right job di Pemerintah Kota Tangerang sudah mulai dijalankan dengan melaksanakan pemetaan kompetensi aparatur susuai potensi dan kompetensi yang dimilikinya. Adapun pelaksana penilai kompetensi atau asesor telah dimiliki oleh BKPSDM yang terdiri dari 6 (enam) orang sarjana dan pasca sarjana psikolog. Lebih lanjut dikatakan Lutfi bahwa Assesor yang dimiliki BKPSDM saat ini telah memiliki sertifikat dan jabatan fungsional tingkat muda.

“Untuk membuat analisa berupa gambaran potensi dan kompetensi pegawai sebagai bahan rekomendasi untuk penempatan (rotasi dan promosi) dan mengetahui jalur karir pegawai, menentukan program-program pengembangan individu, baik berupa pelatihan dan pengembangan efektifitas diri, serta menentukan pegawai yang bertalenta yang dapat dijadikan dasar  untuk promosi pegawai, “ ujar Lutfi.

Pegawai Pemkot Tangerang saat mengikuti diklat di UPT Penilaian Kompetensi BKPSDM.

Sementara itu tujuan pengembangan organisasi kata Lutfi, untuk menggali permasalahan-permasalahan apa saja yang biasa terjadi diunit kerja pegawai dan menghambat mereka dalam menjalankan tupoksi secara optimal.

Lutfi menjelaskan, untuk kontribusi terhadap pemerintah dan masyarakat yaitu terwujudnya aparatur yang profesional dan Berakhlakul Karimah, karena SDM yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Tangerang merupakan aset yang berharga, menata dan mengembangkan kemampuan dari masing-masing aparatur, peningkatan kualitas SDM dan mewujudkan tata pemerintahan yang baik, akuntabel, dan transparan didukung dengan struktur birokrasi yang berintegritas, kompeten dan profesional.

“Manfaat yang diperoleh dari Assessment Center ini, dapat dipergunakan oleh pimpinan organisasi sebagai salah satu sarana atau alat pengambilan keputusan yang berkaitan dengan SDM seperti rekruitmen, promosi, mutasi, dan pengembangan karir pegawai untuk mewujudkan pegawai yang berintegritas dan professional,” ucapnya.

Untuk kontribusi diluar pemerintah Kota Tangerang kata Lutfi, untuk seleksi kepengurusan KPID Propinsi Banten, seleksi CPNS Kementrian PAN RB, seleksi jabatan Administrator Propinsi Jambi, seleksi calon penghulu Kemenag Propinsi Banten, pemetaan potensi dan kompetensi jabatan pimpinan tinggi Kabupaten Tangerang, seleksi calon Widiaswara Kemenag Kanwil DI Aceh, pemetaan JPT dan administrator se Indonesia, pemetaan kompetensi pegawai Provinsi Riau, Narasumber pada acara seminar, workshop tentang Assessment Center dan talent manajement assessment pada beberapa perusahan swasta.

Lutfi menjelaskan, assessment center atau unit penilaian kompetensi merupakan metode penilaian kinerja yang berbasis kompetensi. Mengacu pada definisi konseptual yang diakui secara universal, maka metode Assessment Center (AC) juga diartikan sebagai proses sistematis untuk menilai keterampilan, pengetahuan, dan kemampuan individu  aparatur yang dianggap kritikal bagi keberhasilan kinerja yang unggul,

“Hasil  penilaian kompetensi oleh assessor akan memberikan umpan balik yang berguna untuk pengembangan kompetensi aparatur  dan diharapkan akan memberikan sumbangan berharga bagi peningkatan mutu SDM organisasi. Tentunya hal ini menjadi bahan kebijakan yang positif bagi pimpinan,” tukasnya.

Masih menurut Lutfi, dalam rangka untuk meningkatkan kualitas pegawai pihaknya juga telah memiliki data mengenai potensi dan kompetensi pegawai, sehingga para pegawai bisa ditempatkan sesuai dengan kemampuannya.

“Jadi nanti diklat untuk para pegawai ini sesuai dengan kebutuhan personalnya. Dan yang melakukan seleksi adalah assessor yang telah berpengalaman,” tuturnya.

BKPSDM kata Lutfi, akan terus melakukan pengembangan dalam melakukan pembinaan dan pelatihan melalui pemetaan bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN). Oleh sebab itu, perlu dilakukan berbagai upaya untuk meningkatkan dan mengembangkan potensi ASN pemerintah, agar memiliki kompetensi, kecakapan, keterampilan dan keahlian yang pada akhirnya tercipta profesionalisme.

“Salah satu kunci utama kesuksesan dalam pengelolaan Aparatur Pemerintah berada ditangan pimpinan yang akan mengendalikan lingkungan kerja meraka guna mencapai visi dan misi organisasi. Oleh karena itu pemilihan para pemimpin dalam suatu organisasi perlu dilakukan secara cermat,” pungkasnya. (ADV)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.