BKPSDM Terus Lakukan Pemetaan Pegawai Menuju Pegawai Berkompetensi

  • Whatsapp
Sekda dadi Budaeri berfose bersama para assesor (atas), Kepala BKPSDM Akhmad Lutfi saat berfoto bersama jajaran UPT Penilaian Kompetensi. (Foto : Ist)
Sekda dadi Budaeri berfose bersama para assesor (atas), Kepala BKPSDM Akhmad Lutfi saat berfoto bersama jajaran UPT Penilaian Kompetensi. (Foto : Ist)

TANGERANG, (vivabanten.com) – Sebanyak 100 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang, Provinsi Banten mengikuti kegiatan asesmen kompetensi jabatan struktural dan fungsional angkatan ke 3, di Gedung Cisadane Selasa (05/09/2017).

Pemkot Tangerang melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) terus melakukan pembinaan dan pelatihan melalui pemetaan bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tangerang Akhmad Lutfi mengatakan, ASN merupakan Instrumen utama yang mempunyai peran penting dalam menjalankan fungsi organisasi Pemerintah. Terlebih lagi di era kompetisi global saat ini.

Oleh sebab itu kata Lutfi, perlu dilakukan berbagai upaya untuk meningkatkan dan mengembangkan potensi ASN pemerintah, agar memiliki kompetensi, kecakapan, keterampilan dan keahlian yang pada akhirnya tercipta profesionalisme.

“Salah satu kunci utama kesuksesan dalam pengelolaan Aparatur Pemerintah berada di tangan pimpinan yang akan mengendalikan lingkungan kerja meraka guna mencapai visi dan misi organisasi. Oleh karena itu pemilihan para pemimpin dalam suatu organisasi perlu dilakukan secara cermat,” ujar Akhmad Lutfi, Kamis (07/09/2017).

Para pegawai Pemkot Tangerang saat mengikuti penilaian uji kompetensi. (Foto : Ist)

Menurut Lutfi, berbagai perangkat atau instrumen penilaian pegawai seperti SKP, Tim Penilai Angka Kredit, Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat), terus dilakukan untuk mengukur potensi pegawai yang sesungguhnya, sehingga hasilnya dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan baik untuk promosi, rotasi serta pendidikan dan pelatihan.

“Dengan telah tersusunnya suatu standar kompetensi jabatan struktural, maka dapat dilakukan penilaian yang lebih objektif terhadap calon-calon pemegang jabatan struktural,” ucapnya.

Lutfi menjelaskan, adapun salah satu metode yang dapat digunakan dalam penilaian kompetensi tersebut antara lain dengan dengan dilaksanakannya Assessment (penilian kompetensi) melalui unit ‘Assessment Center’ atau UPT Penilaian Kompetensi di BKPSDM. Dan dengan metode ini sehingga hasilnya dapat menjadi bahan pertimbangan bagi Baperjakat dan TPA dalam mengukur kemampuan dari pejabat pemerintah sesuai dengan Kompetensi, kecakapan, keterampilan, dan keahlian.

“Assesment yang dilakukan ini agar dapat menciptakan aparatur yang profesional dan berintegritas. Dimana, kegiatan ini bertujuan agar dapat memotret dan mengetahui kompetensi manajerial dari pejabat administrasi esselon III dan IV baik itu pejabat administrator maupun pengawas,” jelas Lutfi.

Dikatakan Lutfi, kegiatan Pemetaan Jabatan Adminstrator (Jabatan Administrator dan Jabatan Pengawas ) di lingkungan Pemkot Tangerang hasilnya akan diserahkan kepada Walikota yang akan dijadikan bahan pertimbangan.

“Pemanfaatan ASN yang ada untuk lebih berkualitas lagi. Nanti masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) melaksanakan penilaian bagi setiap ASN di dalamnya,” ungkapnya.

Tugas ASN itu sendiri sambung Lutfi, bukan hanya melakukan hal-hal yang terlihat.”Kebutuhan untuk pelayanan, sampai perkembangan masyarakat semuanya harus dilihat dan menjadi unsur dalam berkinerja,” jelasnya.

BKPSDM juga berhak memberikan reward and punishment (penghargaan dan sanksi) bagi ASN yang kinerja baik dan buruk. Bahkan sanksi ringan sampai pemecatan bisa saja dilakukan.

Peserta uji penilaian kompeteni saat sesi wawancara dengan assessor. (Foto : Ist)

“Bila memang terdapat beberapa hal yang dilakukan oleh seorang ASN yang melanggar kode etik dan aturan yang berlaku,” tukasnya.

Sementara Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Panilaian Kompeten BKPSDM Kota Tangerang, Surtiningsih menambahkan, sosialisasi asesmen ini perlu ditekankan kepada seluruh aparatur, karena tidak sekedar untuk promosi dan rotasi jabatan, tetapi juga sebagai dasar untuk menempatkan para pegawai sesuai dengan kompetensi atau kemampuannya.

“Kegiatan ini merupakan langkah optimal dari Pemkot Tangerang untuk berkomitmen melaksanakan pengembangan kompetensi para pegawainya,” tuturnya.

Surtiningsih menjelaskan, assessment center merupakan metode evaluasi standar yang berbasis kompetensi melalui proses sistematis untuk menilai keterampilan, pengetahuan dan kemampuan individu yang dianggap kritikal bagi keberhasilan kinerja unggul.

“Penialain dengan metode assessment center ini menggunakan berbagai simulasi, instrument tes prilaku, observasi dan wawancara untuk mendapatkan gambaran kompetensi pegawai,” katanya.

Hasil assessment ini sambung Surtiningsih, akan dipergunakan untuk salah satu pertimbangan dalam pengambilan keputusan, penyusunan program pengembangan pegawai dan pengembangan oraganisasi.

“Kami memiliki enam tenaga ahli (assessor) SDM aparatur yang tersetifikasi, profesional dan berpengalaman dengan latar belakang pendidikan Ilmu Psikologi. Assessor kami ini juga berpengalaman dalam melakukan penilaian kompetensi di berbagai instansi pemerintah, BUMN, BUMD dan lembaga swasta,” pungkasnya.(ADVERTORIAL)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.