BNN Banten Bongkar Peredaran Narkoba Via Jasa Kargo

  • Whatsapp
Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Irjen Arman Depari saat melakukan press realis dengan wartawan.
Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Irjen Arman Depari saat melakukan press realis dengan wartawan.

TANGERANG, (vivabanten.com) – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten menggagalkan peredaran tujuh kilogram dan 65 ribu butir ekstasi yang dikirim melalui jasa kargo di wilayah Batu Ceper, Kota Tangerang.

Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Irjen Arman Depari mengatakan pihaknya mengamankan barang haram itu di Indo Cargo Expres, Jalan Garuda Batu Ceper, Kota Tangerang pada Senin (27/8).

Bacaan Lainnya

Menurut Arman Depari, seorang tersangka bernama Mulyadi (28) turut diamankan dari penggerebekan tersebut.

“Kami langsung amankan tersangka dengan barang bukti 2 paket narkoba jenis sabu-sabu seberat 7 kilogram dan 65 ribu butir ekstasi,” ujar Arman Depari, Rabu (29/8).

Arman menjelaskan barang haram tersebut berasal dari Dumai, Riau yang dikirim ke Kota Tangerang menggunakan jasa pengiriman Indo Cargo Expres.

Pengiriman narkoba itu ditunjukan kepada pria berinisial A yang diketahui beralamat di Jalan Anggaran, Karang Tengah, Kota Tangerang.

“Kami lakukan penyelidikan. Di waktu yang bersamaan, Mulyadi datang mengambil paket di jasa pengiriman. Selanjutnya dilakukan penangkapan,” jelasnya.

Saat ditangkap, Mulyadi mengaku narkoba tersebut milik pria berinisial A yang berada di Rutan Salemba Jakarta.

“Saat ini masih dalam pengembangan. Barang bukti dan tersangka dibawa ke BNNP Banten untuk proses penyidikan,” paparnya.

Selain barang haram tersebut, BNN mengamankan seorang kurir Mulyadi (28). Dari keterangan pelaku, sabu dan ekstasi itu akan dibawa ke apartemen di wilayah Tangerang, sampai adanya instruksi selanjutnya dari bandar yang telah mendekam di Rutan Salemba.

“Ini (pengiriman narkoba) yang kedua. (Yang pertama) bukan dia (Mulyadi), tapi orang lain. Bandarnya ada di Rutan Salemba. Sabu seberat tujuh kilogram yang digagalkan peredarannya bernilai Rp10,5 miliar. Sedangkan untuk ekstasinya, bernilai Rp19,5 miliar,” kata Arman.

Masih menurut Arman, jika diasumsikan satu gram sabu digunakan oleh lima orang, maka untuk tujuh kilogram sabu, ada sekitar 35 ribu anak bangsa yang berhasil diselamatkan dari jerat narkoba yang akan diedarkan.

“Belakangan ini cukup banyak peningkatan peredaran gelap narkoba dengan berbagai modus operandi, diharapkan semua instansi tetap berkomitmen untuk menyelamatkan generasi muda serta ikut berperan lebih baik dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba,” paparnya.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 114 ayat 2, 112 ayat 2, 132 ayat 1, UU 35 tahun 2009 tentang narkotika. (jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.