BPJamsostek Cikokol Berikan Santunan Kematian Bagi Ahli Waris

  • Whatsapp
Kepala Kantor BPJamsostek Tangerang Cikokol, Ady Hendratta saat memberikan santunan kematian.

TANGERANG, (vivabanten.com) – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Tangerang Cikokol, memberikan santunan kematian dan beasiswa kepada ahli waris peserta Bukan Penerima Upah (BPU) dari kalangan marbot masjid sebesar Rp 42juta.
“Profesi Marbot masjid tidak menjadikan yang bersangkutan menjadi rendah, melainkan apabila dijalankan dengan tekun, maka profesi Marbot dapat mengangkat derajat keluarga,” ujar Kepala Kantor BPJamsostek Tangerang Cikokol, Ady Hendratta saat memberikan santunan kematian kepada ahli waris Almarhum Asnawi di Masjid Nurul Iman, Karawaci Kota Tangerang.
Menurut Ady, jaminan sosial ini diberikan kepada semua orang yang berprofesi apapun, berhak mendapatkan. Sesuai amanah pelaksanaan BPJS Ketenagakerjaan, bagaimana program ini bisa memberikan manfaat yang pasti dan dapat melanjutkan kelangsungan hidup bagi keluarga ahli waris, dan yang dilindungi bukan hanya pekerja yang menerima upah saja.
Ady menjelaskan, pengurus DKM juga perlu diperhatikan dan berhak mendapatkan jaminan sosial, karena ada bukti nyata mereka bekerja secara sosial. Meski menerima upah tak besar.
“Momen kali ini kami (BPJS Ketenagakerjaan-red) bersinergi dengan DKM yang ada di seluruh kecamatan se Kota Tangerang, khususnya DKM Masjid Nurul Iman, Karawaci,” kata Ady.
Ady menambahkan, pengurus DKM masjid merupakan masyarakat yang tidak menerima upah pun berhak menerima jaminan sosial. Seperti tertuang dalam Undang-Undang no 24 Tahun 2011.
“Intinya semua pekerja, tak membatasi profesinya,” ucapnya.
Sementara itu, pengurus DKM Masjid Nurul Iman, Heriyanto mengatakan, pihaknya menilai, jaminan sosial bagi pengurus DKM masjid memang diperlukan.
Sebab, kata Heriyanto upah pengurus DKM tak seperti UMR pekerja lainnya. Dirinya pun, mengajak kepada seluruh pengurus masjid untuk lebih peduli terhadap profesi Marbot, karena kehadiran mereka sangat penting untuk keberlangsungan masjid dalam memuliakan tempah ibadah.
“Ayo kita bersama istiqomah dan praktekkan, bahwa jaminan sosial ini penting bagi kita semua,” ujar Heriyanto.
Ady menyebutkan, ada potensi sekitar 1900 peserta di Kota Tangerang yang akan menjadi peserta BPJamsostek.
Hal itu terungkap saat pembahasan lebih lanjut bersama Ketua DMI Kota Tangerang, tentunya akan ada realisasi pendaftaran peserta setelah kita lakukan penandatanganan kerjasama sebelumnya, antara BPJamsostek Tangerang Cikokol dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Wilayah Tangerang.
“Dengan pemberian santunan ini merupakan bukti kepedulian merata BPJamsostek dalam memberikan perlindungan kepada seluruh pengurus Badan Kemakmuran Mesjid (BKM) di wilayah Kota Tangerang dan perlindungan tersebut meliputi dua program, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM),” pungkasnya. (*/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.