BPJS Kesehatan Putus Kontrak Dua Rumah Sakit

  • Whatsapp

TANGERANG, (vivabanten.com) – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Tangerang memutus kontrak dua rumah sakit. Hal ini lantaran kedua rumah sakit tersebut, tidak terakreditasi.

Demikian dikatakan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tangerang, Elfanetti dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Tangerang, Kamis (02/05/2019).

Bacaan Lainnya

Menurut Elfanetti dari 52 rumah sakit yang bekerjasama dengan pihaknya BPJS Kesehatan, dua diantaranya tidak memiliki akreditasi sehingga kontrak kerjasamanya dihentikan sementara.

“Mulai 1 Mei kemarin, kami putus dua rumah sakit untuk bekerjasama dalam pelayanan kesehatan yakni RS Mulya dan RS Aminah yang semuanya ada di Kota Tangerang,” ujar Elfanetti.

Elfanetti menjelaskan, sesuai regulasi yang berlaku, akreditasi menjadi salah satu syarat wajib untuk memastikan peserta JKN-KIS memperoleh pelayanan kesehatan yang bermutu sesuai dengan standar yang ditetapkan.

“Akreditasi merupakan bentuk perlindungan pemerintah dalam memenuhi hak setiap warga Negara, agar mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak dan bermutu oleh fasilitas pelayanan kesehatan,” ucapnya.

Elfanetti mengungkapkan, akreditasi sebagai persyaratan bagi rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, seharusnya diberlakukan sejak awal tahun 2014 seiring dengan pelaksanaan Program JKN-KIS.

Namun sambung Elfanetti, memperhatikan kesiapan rumah sakit, ketentuan ini kemudian diperpanjang hingga 1 Januari 2019 dan diperpanjangn 30 Juni 2019 sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) Nomor 99 Tahun 2015 tentang perubahan PMK 71 Tahun 2013 Pasal 41 ayat (3).

“Kita sudah berkali-kali mengingatkan rumah sakit untuk mengurus akreditasi. Awal tahun lalu, pemerintah sudah memberi kesempatan kepada rumah sakit yang belum melaksanakan akreditasi untuk melakukan pembenahan dan perbaikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” tuturnya.

Masih menurut Elfanetti, hingga akhir April 2019 secara nasional, terdapat 2.428 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, terdiri atas 2.202 rumah sakit dan 226 klinik utama.

Semantara kata, Elfanetti dari 720 rumah sakit mitra BPJS Kesehatan pada Desember 2018 lalu belum terakreditasi, saat ini jumlahnya menurun menjadi 271 rumah sakit. Sementara untuk wilayah cabang Tangerang ada 52 rumah sakit dan yang belom terakreditasi 2 rumah sakit.

“Fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan wajib memperbarui kontraknya setiap tahun. Hakikat dari kontrak adalah semangat mutual benefit. Kami berharap rumah sakit bisa memanfaatkan toleransi yang sudah diberikan pemerintah sampai 30 Juni 2019 tersebut untuk segera menyelesaikan akreditasinya,” pungkasnya.(jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.