Buku Perpustakaan Desa Kecamatan Cimarga Dinilai Salah Kaprah

  • Whatsapp

LEBAK, (vivabanten.com) – Buku perpustakaan desa di Kecamatan Cimarga dinilai salah kaprah dan tidak sesuai dengan kebutuhannya,salah satunya di Desa Sudamanik.

Ketua DPC Badak Banten, Kecamatan Cimarga, Udin Dollar menyayangkan pengiriman buku perpustakaan desa oleh salah satu pengusaha buku yang memang tidak tepat isi bukunya dan diduga tidak sesuai dengan anggaran.

“Masa buku yang dikirim buku-buku yang tidak ada hubungannya dengan pemerintahan desa, kabupaten dan provinsi kita,” ujar Udin wartawan, Kamis (04/07/2019).

Menurut Udin, selain buku-buku yang tidak sesuai dengan kebutuhan desa, jumlahnyapun sangat tidak masuk akal.

“Dengan anggaran 10 juta, bukunya bisa dihitung jari, hanya ada beberapa kardus kecil,” ucapnya.

Oleh karenanya, sebagai Ormas Badak Banten dan warga kecamatan Cimarga, pihaknya meminta agar buku yang sudah dikirim ke beberapa desa agar segera ditarik, karena dinilai mubadzir dan tak ada manfaatnya.

“Ini kan dana dari pemerintah, pengawasan harus tetap dilakukan agar tidak mubadzir. Pihak PMD kabupaten dan kecamatan juga harus ambil sikap agar buku yang dikirim bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” tandasnya.

Edi, salah satu staff Desa Sudamanik, Kecamatan Cimarga mengaku jika dirinya tidak tahu kapan buku-buku ini dikirim.

“Saya gak tau kang, tau-tau sudah ada di desa, dan memang isinya buku-buku pengetahuan diluar kabupaten Lebak,” pungkasnya seraya menunjukan buku desa tersebut.

Wawan, kepala seksi pemerintahan Kecamatan Cimarga membenarkan jika para kepala desa jika buku perpustakaan desa di Kecamatan Cimarga sebagian minta ditarik. Lantaran, dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Katanya minta diganti atau ditarik, karena materi bukunya tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.

Dugaan kuat, pada pengadaan buku perpustakaan desa di Kecamatan Cimarga ada intervensi dari Eki seorang pendamping desa. Sehingga pihak desa merasa tidak enak hati jika menolak rekomendasi dari eki.

“Pendamping desa ikut bermain dalam pengadaan buku perpustakaan desa. Ia diduga kuat mengarahkan agar desa membeli buku kepada pihak tertentu,”tukas salah seorang sumber yang namanya engga dikorankan.

Eki, ketika dikonformasi melalui sambungan telepon mengaku tidak tahu menahu dengan proses pengadaan buku perpustakaan desa.

“Saya kurang tahu, silahkan tanya ke penyuplainya langsung pak Rizal,” tukas Eki. (akew/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.