Bupati Pandeglang Yakin Reforma Agraria Jadi Daya Dobrak Ekonomi

  • Whatsapp
Bupati Pandeglang Irna Narulita saat rapat persiapan gugus tugas.

PANDEGLANG, (vivabanten.com) – Salah satu tujuan adanya kegiatan Reforma Agraria adalah mengurangi ketimpangan penguasaan kepemilikan tanah dalam rangka menciptakan keadilan.
Dengan adanya kegiatan Reforma Agraria tersebut, Bupati Pandeglang Irna Narulita meyakini akan menjadi daya ungkit ekonomi masyarakat ditengah pandemi.
“Ditengah kesulitan ini masyarakat bisa menanam palawija atau produk pertanian lainnya ditanah yang diberikan dari kegiatan reforma untuk pemulihan ekonomi,” ungkap Irna pada kegiatan rapat persiapan Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) di aula Kantor BPN Pandeglang, Senin (22/03/2021).
Irna mengatakan, dirinya mengaku sangat respon sekali dengan kegiatan Reforma Agraria. Pasalnya, permasalahan tanah ini selalu menjadi pertanyaan saat dirinya melakukan kunjungan kerja.
“Dengan adanya kegitan Reforma Agraria, tanah milik negara yang tak bertuan bisa menjadi lebih produktif dikelola oleh masyarakat,” ujarnya.
Diakui Irna, sudah lama dirinya mengharapkan program ini, dan akhirnya pemerintah pusat membuat Peraturan Presiden no.86 tahun 2018 tentang Reforma Agraria.
“Saya ingin memberikan terbaik buat masyarakat, saya apresiasi program ini karena sangat kami butuhkan,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pandeglang, Suraji mengatakan, pihaknya sangat konsen dalam menindaklanjuti PP no.86 tahun 2018 tentang Reforma Agraria.
Hal tersebut kata dia, diwujudkan dengan dibentuknya Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA).
“Ketuanya Bupati Pandeglang, saya sebagai pelaksana dilapangan, pencangannya tahun uni kita akan lakukan pemantauan HGB dan HGU yang sudah berakhir,” katanya.
Dikatakan Suraji, kegiatan Reforma Agraria itu merupakan kegiatan dalam penataam penyelarasan aset, lantaran saat ini masih banyak ketimpangan kepemilikan tanah.
“Yang kaya makin kaya, disatu sisi banyak masyarakat tidak memiliki aset, untuk itu kita bentuk GTRA,” jelasnya.
Lebih lanjut Suraji mengatakan, tim GTRA saat ini konsen dalam menyekesaikan HGU di Desa Mekarsari Panimbang dan Desa Mangkualam.
“Jika nanti sudah selesai akan kita berikan kepada masyarakat, tanah dan sertipikatnya namun tidak boleh dijual belikan karena untuk memambah kesejajteraan masyarakat,” imbuhnya.
“Kalo diagunkan ke bank boleh sertipikatnya agar bisa untuk menambah modal usaha,” pungkasnya. (*/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.