Bupati Serang Minta Bantuan Dipusatkan Pada BPBD

  • Whatsapp

SERANG, (vivabanten.com) – Data terkini akibat bencana Tsunami diwilayah Anyer dan Cinangka Kabupaten Serang dari hasil pantauan dan data sementara BPBD Kabupaten Serang Senin, (24/12/2018).

1. Korban meninggal sebanyak 26 orang (18 Orang Laki-laki, 8 Orang Perempuan).

Bacaan Lainnya

2. Korban hilang Sebanyak 37 Orang (29 Orang Laki-laki, 8 orang Perempuan).

3. Korban luka sebanyak 30 orang (21 orang luka ringan, 9 orang luka berat.

5. Korban mengungsi sebanyak 83 orang (32 orang laki-laki, 51 orang perempuan).

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah dalam siaran persnya meminta pusatkan bantuan di BPBD dan Koramil Cinangka,Tatu juga meminta BPBD untuk mendata posko-posko pengungsian dan wilayah Anyer dan Cinangka dan segera dikirim bantuan sesuai kebutuhan.

“Posko utama bantuan di kantor BPBD Kabupaten dan Koramil Cinangka. Bantuan harus terhimpun dengan baik dan disalurkan kepada korban yang membutuhkan. Penanganan dan bantuan bagi korban dan pengungsi yang terdata, harus dilakukan 24 jam,” kata Tatu dalam siaran pers, Minggu (23/12/2018) malam.

Sementara itu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Serang yang turut serta dalam penanggulangan bencana Tsunami Anyer-Cinangka turun membantu identifikasi korban bencana melalui sistem elektronik administrasi kependudukan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdukcapil Kabupaten Serang Jajang KH mengatakan, Disdukcapil Serang di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendukung kelancaran penanganan bencana. Terutama membantu mengidentifikasi korban bencana yang tidak dikenali.

“Kami siaga 24 jam,” kata Jajang dalam keterangan tertulis, Senin, (24/12/2018).

Pelayanan yang disiagakan yakni, identifikasi korban melalui akses nomor induk kependudukan (NIK) dan pemindai biometrik serta penerbitan dokumen yang hilang bagi korban asal Kabupaten Serang dan penerbitan akta kematian bagi yang meninggal.

“Pemindai biometrik, terutama sidik jari bisa mengidentifikasi identitas korban. Jika diperlukan kami siap memindai,” ujarnya.

Dalam hal ini, lanjut Jajang, Disdukcapil sudah berkoordinasi dengan Rumah Sakit Drajat Prawiranegara (RSDP).

“Jika ada hasil pengungkapan atau identifikasi Tim Inafis dan DVI Polri memerlukan tindaklanjut cek dan akurasi data kependudukan, maka Disdukcapil siap,” terangnya.

Telah dibuat posko di kantor Disdukcapil Kabupaten Serang. Bukan hanya operator, Jajang juga memerintahkan pejabat eselon III dan Eselon IV ikut siaga.

“Posko kami siagakan mulai 23 Desember hingga 31 Desember. Batas waktu ditetapkan sesuai kebutuhan,” pungkasnya.(pais/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.