Danrindam Kodam III Siliwangi Lakukan Pembaretan Infanteri Bagi 162 Prajurit

  • Whatsapp

PANDEGLANG, (vivabanten.com) – Komandan Resimen Induk Daerah Militer (Danrindam) Kodam III/Siliwangi Kolonel Inf Dr. Indarto Kusnohadi, menutup pelatihan Yuddha Wastu Pramuka sekaligus pengesahan pembaretan pendidikan kejuruan Tamtama Infanteri (DikjurTaif) Abituren Dikmata TNI AD Tahun 2018 Overload (OV), di Pesisir Pantai Tegal Papak, Desa Umbul Mekar, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Rabu (10/07).

Pembaretan Prajurit Infanteri ini diikuti oleh 162 orang yang sudah lulus masuk kecabangan infanteri.

“Para prajurit infanteri dituntut memiliki fisik yang prima, sebab menjadi pasukan infanteri tugasnya mencari, mendekati, hancurkan, duduki dan kuasai medan, sehingga mau tidak mau mereka harus mempunyai fisik yang prima,” ujar Indarto kepada wartawan saat pembaretan.

Oleh sebab itu, sambung Indarto, sebanyak 70 persen diutamakan fisik, ditunjang oleh tehnik dan taktik yang dimiliki serta mentalitas yang benar-benar tidak boleh menyerah dalam melaksanakan tugas.

Menurut Indarto, selama dalam pendidikan, para prajurit infanteri berada dalam kondisi yang sehat walafiat dan bisa melaksanakan kegiatan pendidikan yang berlangsung selama kutang lebih 3 bulan. Latihan ini merupakan bagian daripada pendidikan untuk mendapatkan baret itu.

“Selesai dari sini, nantinya akan masuk dalam satuan-satuan seperti Kopassus, Kostrad, raider dan satuan tempur lainnya, mereka sebagai tenaga baru dalam kesatuannya. Saya berharap para prajurit ini dapat bertugas sebaik-baiknya kemudian tetap memelihara sikap perilaku dan menjadi kembanggaan keluarga,” tegas Danrindam.

Sementara itu, Komandan Dodiklatpur Rindam lll/Siliwangi Letkol Inf. Herry Indriyanto mengatakan, Latihan Yuddha Wastu Pramukha ini selama 24 hari yang diawali dengan tahap basis, tahap hutan gunung, tahap Long March sejauh 170 kilometer dan diakhiri tahap rawa laut sungai dan pantai.

“Untuk longmarch dilaksanakan mulai dari Ciuyah-Rangkasbitung-Gunung Kencana-Panimbang dan finish di Tanjung Lesung. Total jarak 170 Km dalam waktu 5 hari. Jadi mereka ini melaksanakan pendidikan tahap 2/lanjutan, untuk pendidikan tahap 1 sudah dilaksanakan di Secata Pangalengan Bandung,” pungkasnya. (mas/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.