DBPR Tangsel Gelar Seminar Hari Tata Ruang Tahun 2019

  • Whatsapp

TANGSEL, (vivabanten.com) – Peringati Hari Tata Ruang Nasional, Dinas Bangunan dan Penataan Ruang (DBPR), Kota Tangerang Selatan menggelar Seminar Hari Tata Ruang Tingkat Kota Tangsel dengan Tema “Strategi dan Kebiijakan Transit Oriented Development (TOD)” di Swiss-Bell Hotel Serpong, Kamis (21/11).

Muat Lebih

Kegiatan seminar ini dihadiri langsung oleh Wakil Walikota Tangsel H. Benyamin Davnie beserta jajarannya, perwakilan seluruh OPD dalam lingkup Pemkot Tangsel, perwakilan OPD se-Tangerang Raya, Akadimisi dan para stakeholder.

Kepala Dinas Bangunan dan Penataan Ruang Kota Tangerang Selatan, Judianto mengatakan, kegiatan tersebut sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan peran masyarakat di bidang transportasi massal.

 

“Kebijakan Transit Oriented Development di perkotaan khususnya Kota Tangsel, sangat dibutuhkan. Sebab, sebagai kota peyangga Ibu Kota Jakarta, Tangsel membutuhkan moda transportasi yang terintergrasi,” ujar Judianto.

Judianto dalam acara tersebut sekaligus membuka secara resmi kegiatan seminar hari tata ruang tingkat Kota Tangsel tahun 2019. Tampak Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek, DR. Edi Nur Salam dan Dekan Universitas Pembangunan Jaya, Ir. Resdiansyah sebagai narasumber dalam kegiatan seminar tersebut.

Dekan Universitas Pembangunan Jaya, Resdianyah menegaskan bahwa kesuksesan TOD adalah pada saat masyarakat kita merasa ketergantungan terhadap transportasi publik dan meningkatnya budaya jalan kaki di lingkungan kita.

“Ketergantungan masyarakat akan transportasi massal, menjadi barometer kesuksesan dari program Transit Oriented Development di suatu perkotaan,” tukasnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Tangerang Selatan, H. Benyamin Davnie mengatakan, prinsip utama TOD yakni dengan layanan transportasi yang nyaman, murah, mudah dan terintegrasi memberikan efektifitas dan efisiensi perpindahan manusia yang secara segi waktu dan ekonomi memberikan manfaat tersendiri.

“Ini menjadi fokus Pemkot Tangsel untuk pengembangan kawasan yang mempunyai nilai tambah, dengan mendorong mobilitas berkelanjutan melalui peningkatan penggunaan transportasi massal dan pengembangan fasilitas lingkungan untuk pejalan kaki yang terintegrasi dengan simpul transit,” ujar Benyamin Davnie yang biasa akrab disapa Bang Ben. (ADV)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.