Dewan Minta Sentra Pangan dan Buah Diperkuat

  • Whatsapp

LEBAK, (VB) – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lebak meminta pemerintah untuk memperkuat daerah penghasil atau sentra pangan dan buah-buahan. Lantaran, saat ini, pengusaha kerajinan dan makanan di Lebak mengaku sedang kesulitan mencari bahan pokok sebagai bahan utama.

Dikatakan Dian Wahyudi, saat melakukan reses dan kunjungan keberbagai wilayah, dirinya mendengar keluhan dari para pengrajin makanan, diantaranya pengrajin Emping Melinjo dan Sale Pisang. Rata-rata dari pengrajin tersebut kata Dian, mengeluhkan kekurangan bahan utama semisal pisang dan melinjo.

Bacaan Lainnya

“Mereka mengaku kekurangan bahan bahan pokok,” ujar Dian Wahyudi, kepada wartawan ketika ditemui di kantor DPD PKS Kabupaten Lebak, Senin (3/2/2020).

Dengan begitu sambung Dian, akibat minimnya pasokan bahan-bahan utama tersebut, kini para pengrajin harus mengeluarkan dana ekstra untuk mendatangkan bahan pokok dari luar daerah. Tentu saja berdampak kenaikan harga jual, bahkan ada diantara pengrajin memilih untuk mengurangi produksi.

“Mereka harus mendapatkan bahan baku dari luar daerah. Bahkan ada yang mengurangi produksi, yang tadinya setiap hari produksi, akan tetapi saat ini terpaksa produksi sebulan sekali, yang penting stok barang tetap tersedia,” ucapnya.

Kondisi tersebut sangat dilematis bagi pengrajin, karena disatu sisi harus mempertahankan usahanya, disisi lainnya harus memperketat biaya produksi. Jika kondisi ini berlanjut, bukan tidak mungkin para karyawan bisa dirumahkan.

“Ini yang kita harus pikirkan bersama, jangan sampai masyarakat kehilangan pekerjaanya. Karena, mereka sangat mengandalkan usaha tersebut untuk dijadikan mata pencaharian sehari hari,” tukas Ketua DPD PKS Kabupaten Lebak.

Ade Purna Krida, salah seorang pelaku usaha Sale Pisang membenarkan, jika bahan baku utama Sale Pisang mulai langka. Karena, jenis pisang yang digunakan adalah Pisang Seblot.

”Pisang Seblot selaku bahan utama pembuatan Sale Pisang memang agak langka. Namun, jika jenis pisang lainnya banyak,” tandas Ade. (akw/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.