Diduga Ada Aroma Korupsi, Hendri Zein Bakal Bawa Kasus Pasar Lembang Ke KPK

  • Whatsapp
Kordinator Presidium KAHMI Kota Tangerang, Hendri Zein saat menunjukkan data terkait lahan Pasar Lembang. (feb)
Kordinator Presidium KAHMI Kota Tangerang, Hendri Zein saat menunjukkan data terkait lahan Pasar Lembang. (feb)

TANGERANG, vivabanten.com – Polemik Pasar Lembang, Kecamatan Ciledug Kota Tangerang terus bergulir. Pasalnya, diduga banyak kejanggalan dan aroma korupsi dalam proses pembebasan yang dilakukan oleh Pemkot Tangerang.

Menurut Koordinator Presidium KAHMI Kota Tangerang, Hendri Zein, persoalan Pasar Lembang ini perlu disikapi serius. Hal ini lantaran, dirinya menilai ada unsur-unsur dugaan pelanggaran serta aroma korupsi dalam persoalan pembebasan lahan pasar tersebut.

Pria yang juga mantan Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kota Tangerang ini, mengaku bahwa dirinya memiliki data lengkap soal status Pasar Lembang. Hal ini dapat dijadikan dasar rujukan, untuk menguak kebenaran dugaan itu.

“Saya punya data-data administrasi terkait lahan yang sudah beli oleh pihak Pemkot Tangerang. Dari data yang yang saya pegang, sudah jelas lahan tersebut, masih berstatus Cessie,” ujarnya.

Hal ini katanya bisa dilihat dari surat perjanjian kerjasama antara pihak Pemkot Tangerang dengan PT Dian Bermakna, dengan Nomor  511.21/325-plk/96. Kerjasama itu antara lain adalah untuk membangun ruko, pasar dan terminal.

Dalam surat kerjasama itu juga tertuang Izin Lokasi BPN Nomor 005/SKJL-I/NF/1997 seluas kurang lebih 23.200 meter terletak di Kelurahan Peninggilan Utara (25.500 M), di Kelurahan Peninggilan Barat (2.700 M), realiasasi berdasarkan SHGB No.1/Peninggilan Utara seluas 16.735 meter, SHGB No.1152/Sudimara Barat Seluas 4.600 meter.

“Kemudian, kelanjutan kronologinya adalah kerjasama antara PT Dian Bermakna dengan PT Laguna Alam Abadi, yang selanjutnya Bank EXIM memberikan kredit kepada koperasi pasar Ciledug (H.A Syamlani), untuk pembelian kios di pasar baru Ciledug. Dan, koperasi  pasar Ciledug macet dalam pengembalian kredit kepada Bank EXIM yang menyebabkan disitanya pasar tersebut,” terangnya.

Disaat itu, Bank EXIM merger menjadi Bank Mandiri, sehingga asset sitaan pasar tersebut beralih ke Bank Mandiri dan Bank Mandiri akhirnya menyerahkan asset sitaan pasar baru Ciledug ke BPPN.

“Nah, BPPN menjual Cessie ke kendervon managemen limited.  Kendervon  Management Limited menjual Cassie ke PT Luckable Group Limited. Makanya dalam pernyataan saya kemarin, jelas kita harus pertanyakan bahwa Pemkot Tangerang membeli lahan itu ke siapa. Dan berarti Pemkot Tangerang membeli Cessie,” kritiknya pedas.

Selain itu, Hendri Zein pun meyakini terdapat beberapa kasus dugaan pelanggaran lainnya, karena berkaitan dengan pelanggaran yang dilakukan sejak awal hingga pelaksanaan terkini. Untuk itu, dirinya bersikeras ngotot akan membawa persoalan ini ke pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Kita sebagai masyarakat Kota Tangerang memiliki kewajiban juga untuk mengawasi alokasi APBD yang dikeluarkan oleh Pemkot Tangerang. Jadi saya berkesimpulan bila merujuk dari data-data yang saya miliki dan telah saya kaji serta analisa secara mendalam, bahwa kebijakan pembelian lahan itu harus diselidiki, agar tidak menjadi suatu kerugian bagi masyarakat Kota Tangerang,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada satupun pihak yang bisa dimintai komentar, sejumlah pejabat Pemkot Tangerang ketika dihubungi, tengah sibuk dan belum bisa dimintai komentarnya. Bahkan ketika jurnaltangerang.co mencoba berkali-kali menghubungi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang, Dadi Budaeri, yang bersangkutan tidak mengangkatnya. (feby)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.