Diduga Bangun Gereja, Proyek Pembangunan Sekolah Diprotes Ratusan Warga

  • Whatsapp
Ratusan warga Pasar Kemis dan Sindang Jaya tolak pembangunan gedung sekolah kristen. (Foto : usdo/vivabanten.com)

 

 

Ratusan warga Pasar Kemis dan Sindang Jaya tolak pembangunan gedung sekolah kristen. (Foto : usdo/vivabanten.com)

TANGERANG, (vivabanten.com) – Pembangunan Yayasan Sekolah Santa Laurensia yang isunya akan didirikan Gereja Khatolik terbesar Asia di Perum Suvarna Sutera Kp. Carang Pulang RT. 01/02 Desa Wanakerta, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang didemo warga sekitar, Rabu (4/10/2017).

Adanya aksi tersebut, akhirnya perwakilan warga dan seluruh Jajaran TNI/POLRI bersama Tokoh masyarakat, Tokoh Agama, dan segenap pengembang pembangunan yayasan melakukan klarifikasi musyawarah terkait isu yang beredar di Kantor Kepala Desa Wanakerta, Jalan Perum Talaga Bestari Blok K-7, Desa Wanakerta Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang.

Camat Sindang Jaya, Supriyadinata mengatakan, bahwa proses pembangunan Yayasan Sekolah Santa Laurensia yang akan didirikan di Perum Suvarna Sutera Kp. Carang Pulang RT. 01/02 Desa Wanakerta, harus dihentikan sementara karena belum ada rekom dan surat ijin dari Pemerintah Kabupaten Tangerang.

“Kami minta kepada pemilik Yayasan Laurensia agar mengentikan proyek pambangunan tersebut, sebelum surat ijin dikeluarkan oleh Pemkab Tangerang,” ujar Camat.

Kapolresta Tangerang, AKBP Sabilul Alif mengungkapkan, pihaknya meminta kepada para Toga, Tomas dan Toda agar menjaga keamanan dan ketertiban dilingkungan lokasi proyek pembangunan Yayasan Sekolah Santa Laurensia.

“Kami minta jangan sampai terjadi tindakan anarkis dan main hakim sendiri dalam kasus ini,” tegas Kapolres.

Tokoh masyarakat setempat, KH. A. Fudholi mengatakan, dirinya bersama warga tetap akan menolak atas pembangunan Yayasan Sekolah Santa Laurensia oleh pihak Survana Sutera, karena ada indikasi akan dibangunnya Gereja Katholik terbesar di Asia.

“Kami minta kepada massa dari Pasar Kemis dan Sindang Jaya yang berada dilokasi proyek agar tidak anarkis, tidak main hakim sendiri dan pembangunan proyek tersebut belum memiliki surat ijin yang sah dari Pemda Kabupaten Tangerang dan kita minta pembangunannya yayasan dihentikan.(usdo/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.