Diduga Lakukan Kejahatan Cyber, Imigrasi Amankan Puluhan WNA

  • Whatsapp

TANGERANG, (vivabanten.com) – Sebanyak 26 orang Warga Negara Asing (WNA) diamankan Kantor Imigrasi Kelas I Tangerang. Pasalnya, ke 26 WNA tersebut, diduga melakukan penipuan secara online yang bermarkas di sejumlah apartemen di Kota Tangerang.

Saat ini petugas dari Imigrasi harus ekstra dalam melakukan pengawasan terhadap WNA yang datang ke Indonesia. Terlebih lagi pada WNA yang menetap di Indonesia.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Tangerang, Herman Lukman mengatakan, penangkapan 26 WNA yang dilakukan petugas ini dilakukan dalam waktu yang berbeda. Kata Lukman, kebanyakan WNA yang diamankan berasal dari Nigeria.

“Kita dapat dari laporan masyarakat yang resah. Setelah kita tangkap semuanya ada 26 WNA. 10 orang di antaranya memiliki paspor dan selainnya belum ada (16 orang tanpa paspor),” ujar Herman, Selasa (25/06/2019).

Menurut Lukman, pihaknya juga telah mengamankan sejumlah alat bukti yang dijadikan alat untuk melakukan kejahatan tersebut. Bukti tersebut yakni berupa laptop dan ponsel digunakan WNA, untuk melancarkan aksinya dalam kejahatan Cyber.

“Kebanyakan dari mereka yang kami amankan ini melakukan kejahatan cyber di Indonesia. Modusnya ya penipuan online,” ucapnya.

Herman menjelaskan, para WNA itu masuk ke Indonesia menggunakan VISA yang terhitung dari tahun 2017. Namun, VISA yang digunakan ini statusnya ada yang sudah diperpanjang dan belum diperpanjang. Mereka sambung Herman, sebelumnya tidak saling kenal, namun selama di Tangerang, mereka menginap di sejumlah apartemen.

“Jadi kesehariannya ada yang di sini sebagai pemain bola. Ada yang sebagai disc jockey juga dan ada yang diduga penipu lewat FB. Namun ini tetap kita dalami,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Keimigrasian Martahan Hutapea mengungkapkan, bahwa pihaknya akan semakin gencar melakukan pengawasan terhadap orang asing.

Selain itu kata Martahan, pihaknya juga akan melakukan pencegahan terhadap orang asing yang aktivitasnya dinilai tidak sesuai dengan peraturan di Indonesia.

“Dalam hal ini untuk dicegah kita juga berkoordinasi dengan instansi lain yang ada tim pengawasan orang asing untuk monitor keberadaan dan kegiatan orang asing itu selama ada di Indonesia,” jelasnya.

Martahan menambahkan bahwa jumlah WNA di Provinsi Banten pertanggal 12 juni 2019 sebanyak 10.332 orang.

“Orang-orang ini yang harus diawasi 3 kantor imigrasi di Banten termasuk kantor Imigrasi Non PPI Tangerang,” pungkasnya. (cng/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.