Diduga Palsukan Akta Perusahaan, Rudi Gunawan Diseret Ke Pengadilan

  • Whatsapp
Suasana sidang Rudi Gunawan di Pengadilan Negeri Tangerang, Selasa (23/1/2018).
sidang Rudi Gunawan
Suasana sidang Rudi Gunawan di Pengadilan Negeri Tangerang, Selasa (23/1/2018).

TANGERANG, (vivabanten.com) – Diduga memalsukan akte pendirian perusahaan, pengusaha Rudi Gunawan yang juga masih satu dikreksi diseret ke pengadilan oleh Sugeng Nugroho partner dalam perusahaan tersebut.

Menurut Victor Bachtiar, SH pengacara keluarga Sugeng Gunawan dari kantor Lawyer Sinurat-Simaremare mengatakan, awalnya keluarga Sugeng Nugroho mempercai semua pengelolaan perusahaan kepada Rudi Gunawan tapi diperjalanan akte pendirian dirubah tanpa sepengetahuan dirinya.

“Perkara ini bermula ketika Rudi Gunawan, seorang pengusaha property mendatangi Sugeng Nugroho dan pada saat itu mengaku sebagi investor atas nama PT. Graha Kencana Megah akan membangun sebuah hotel dilokasi lahan milik Sugeng Nugroho,” ujar Victor kepada wartawan, Selasa (23/1/2018).

Victor menjelaskan, akibat perbuatan melawan hukum dari Rudi Gunawan yang merubah akte pendirian perusahaan, Sugeng Nugroho mengalami kerugian sekitar 45 miliar yakni berupa aset tanah seluar 3.600 m2 di Yogjakarta dan uang tunai sebesar Rp11,6 miliar.

“Kini Rudi Gunawan menjadi pesakitan di Pengadilan Negeri Tangerang dan kasus masih menjalani persidangan akibat merubah data autentik perusahaan,” ucapnya.

Sementara di persidangan kasus pemalsuan Akta atas terdakwa Rudi Gunawan batal disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Selasa (23/1/2018). Sidang yang rencananya akan mendengarkan keterangan terdakwa tidak jadi digelar.

Victor menambahkan, akibat diiming-imingi keuntungan yang menggiurkan, maka Sugeng dan keluarganya percaya serta menyerahkan sertifikat tanah miliknya dialihkan atas nama PT. GKM.

Tapi setelah beberapa lama sambung Victor, bukannya mendapatkan keuntungan tetapi ternyata kepemilikan lahan tersebut beralih kepemilikan menjadi 50 persen milik Rudi Gunawan.

“Bukan hanya itu saja, jajaran direksi yang tadinya terdiri dari Sugeng dan keluarganya, tiba-tiba semuanya diganti dengan orang- orangnya Rudi, dengan memalsukan atau menambahkan keterangan palsu dalam akte autentik,” ucapnya.

Lebih lanjut Bachtiar mengatakan karena merasa kecewa dan tertipu akhirnya Sugeng Nugroho, melaporkan perkara ini ke Bareskrim Polda Metro Jaya dan kini Rudi Gunawan menjadi terdakwa duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Tangerang.

Jaksa Penuntut Umum, Fajar Said, saat dikonfirmasi terkait kasus ini menjelaskan, perbuatan terdakwa dijerat pasal 266 dengan hukuman maksimal 7 tahun penjara.

“Terdakwa dijerat pasal 266 tunggal, karena telah memalsukan atau menambahkan keterangan palsu dalam akte autentik,” ucapnya.(jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.