Dinas PUPR Kota Tangerang Uji Kelayakan Tiga Jembatan

  • Whatsapp
Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah didampingi kepala DPUPR, Nana Trisyana saat Launching Pembangunan Tiga Jembatan. (Foto : Istimewa)
Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah didampingi kepala DPUPR, Nana Trisyana saat Launching Pembangunan Tiga Jembatan.(Foto:Istimewa)

 

TANGERANG, (vivabanten.com) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tangerang, melakukan uji beban statik, pada tiga jembatan dari lima jembatan yang akan diuji. Ketiga jembatan tersebut, Jembatan Jalan Baru, Jembatan Unis dan Jembatan Simpang TMP. Taruna.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Tangerang, Nana Trisyana mengatakan, pengujian dilakukan dengan cara menjalankan kendaraan secara beriringan dalam satu arah dan berhenti di tengah bentang pada roda tengah.

“Ketiga jembatan ini sudah dilakukan uji statik. Uji statik beban dilakukan dengan menjejerkan 4 truk bermuatan kapasitas kurang lebih 50 ton dijalur utama jembatan, hal tersebut agar jembatan mencapai beban maksimum,” ujar Nana.

Menurut Nana, menjejerkan truk dijalur jembatan dilakukan secara bertahap, mulai satu truk, dua truk, tiga truk dan empat truk. Uji ini juga untuk melihat kelenturannya dan geometri pada chamber,” jelas Nana.

Mobil Truck yang bertonase besar saat melakukan pengujian jembatan di Kota Tangerang. (Foto : Istimewa)

Jembatan Baru kata Nana memiliki type struktur gelagar baja komposit, dengan bentang 110 meter yang berlokasi di Jalan MH. Thamrin Imam Bonjol Kota Tangerang. Kemudian, Jembatan UNIS dengan type struktur gelagar baja komposit dengan bentang 110 meter, yang berlokasi di Jalan Perguruan Budhi Kota Tangerang. Dan, Jembatan Simpang TMP. Taruna dengan type struktur gelagar beton pratekan dengan bentang 52 m, yang berlokasi di Jalan Pembangunan 3 Kota Tangerang.

“Ketiga jembatan ini perlu diuji karena untuk mengetahui, apakah sudah benar-benar layak atau belum sebelum dilewati kendaraan yang bertonase besar,” ucapnya.

Hal ini menurut Nana, merupakan prosedur wajib sebelum jembatan dioperasikan pasca pembangunan selesai dilaksanakan. Sebab perlu dipastikan apakah jembatan yang memiliki panjang 110 meter ini mampu menahan beban maksimal. Serta sesuai dengan prediksi masa bertahan konstruksi.

“Jika tim ahli menyatakan jembatan sudah lulus uji dan aman digunakan, maka tentunya akan kita buka untuk umum, ” ucapnya.

Rapat koordinasi

Masih menurut Nana, untuk uji statik atau getaran dilakukan dengan menghentakkan truk bermuatan tersebut keatas jembatan. Jika gelombang getaran masih dalam ukuran aman, maka jembatan tersebut akan lulus.

“Jembatan sebagai bagian dari sistem transportasi yang mempunyai peranan sangat penting dalam mendukung segala aspek pergerakan regional dan nasional. Kondisi jembatan umumnya tidak terdeteksi, sehingga banyak jembatan yang runtuh.Keruntuhan jembatan dipengaruhi oleh faktor usia, faktor alam dan faktor beban berlebih,” jelasnya.

Adapun tujuan dari uji kelayakan jembatan ini sambung Nana, untuk mendukung kelayakan infrastruktur prasarana transportasi darat di Kota Tangerang dan untuk mendapatkan dokumen rekomendasi teknis dari jembatan yang dilakukan pemeriksaan.

“Persyaratan dan pembatasan lendutan pada balok, dihitung akibat beban layan. Balok diatas dua tumpuan atau gelagar menerus, lendutan maksimumnya adalah 1/800 x bentang. Kemudian lendutan akibat beban hidup layan, termasuk kejut harus dalam batas yang sesuai dengan struktur dan kegunaannya serta tidak melampaui L/800 untuk bentang,” tukasnya.

Alat-alat yang digunakan untuk mengukur kelayakan jembatan tambah Nana, empat buah truk dengan berat kurang lebih 50 ton, rotari laser level RL H4C tripot, laser receiver, laser meter dan triport dengan durasi sekitar satu jam untuk empat bentang dan 0,5 jam untuk dua bentang.

“Apabila telah lolos uji dan mendapat rekomendasi, serta tak ada halangan lainnya, Insyaallah jembatan boleh dilalui,” pungkasnya.(ADVERTORIAL)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.