Dinasti Dimyati dan Jayabaya “Bertarung” di Pilkada Pandeglang

  • Whatsapp

PANDEGLANG, (vivabanten.com) – Dua dinasti yang mengakar di sejumlah kabupatan dan kota di Provinsi Banten, diprediksi bakal bertarung dalam kontelasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Pandeglang pada 2020 mendatang.

Dua keluarga tersebut akan meramaikan bursa pilkada Pandeglang 2020 yakni Keluarga Ahmad Dimyati Natakusuma yakni sebagai petahana dan keluarga Mulyadi Jayabaya dari Kabupaten Lebak.

Bacaan Lainnya

Demikian diungkapkan Ketua Tim Penjaringan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang dari DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Deden Hertandi saat ditemui di kantornya, Senin (16/09/2019).

“Untuk saat ini sudah ada empat orang yang mengambil formulir pendaftaran, keempat itu diantaranya Thoni Mukson, Aaf Aptadi, Irna Narulita dan Agus Wisas (perwakilan dari keluarga Mulyadi Jaya Baya-red),” ujar Deden kepada wartawan.

Menurut Deden, keempat orang yang mengambil formulir itu diprediksi kesemuanya akan mencalonkan diri sebagai Bupati Pandeglang.

“Sementara semuanya Bupati Pandeglang, mungkin pastinya akan ketahuan setelah penyerahaan formulir, karena setelah itu kami akan adakan sesi wawancara. Tapi dari semua yang mengambil formulir belum ada yang melakukan pengembalian formulir itu, karena batas waktu penjaringan itu berakhir dua hari kedepan yakni 18 september 2019 mendatang,” ucapnya.

Ditemui dilokasi yang sama, Agus Wisas yang ditunjuk sebagai juru bicara keluarga besar Mulyadi Jayabaya membenarkan telah mengambil formulir pendaftaran calon Bupati Pandeglang melalui partai besutan Megawati Soekarnoputri itu.

Meski begitu, dirinya belum memastikan anggota keluarga Mulyadi Jayabaya yang mana akan maju melawan petahana Irna Narulita pada konstestasi 2020 mendatang.

“Saya mengambil formulir ini atasnama keluarga besar Mulyadi Jayabaya, untuk pastinya kami belum memutuskan. Tapi ada tiga nama yang saat ini tengah digodok diantaranya Diana, Hasbi dan Nabil,” ungkapnya.

Agus Wisas menjelaskan, alasan majunya keluarga besar Mulyadi Jayabaya karena berangkat dari keprihatinan terkait pembangunan di Kabupaten Pandeglang yang dianggapnya sangat buruk khsusnya dibidang infrastrukur dan layanan kesehatan yang sering dikeluhkan masyarakat.

Selain itu, banyak tokoh masyarakat Kabupaten Pandeglang yang datang ke  Mulyadi Jayabaya dan memintanya, agar ada salah satu keluarganya mencalonkan diri sebagai Calon Bupati di Kabupaten Pandeglang.

“Kenapa kami ikut serta karena pembangunan di Pandeglang ini sangat buruk sekali, baik infrastruktur, ketersedian ambulance, kesejahteraan guru seperti halnya kasus Nining yang tinggal di WC dan kejadian serta penomena-penomena lainya yang seharusnya tidak harus terjadi,” pungkansya. (gtot/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.