Dishub Lebak Larang Kendaraan Sumbu Tiga Malintas Jembatan Ciujung

  • Whatsapp
Dishub Kabupaten Lebak kembali membuka Jembatan Ciujung Baru.

LEBAK, (VB) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lebak akan membuka kembali ruas jalan Soekarno Hatta (By Pass), setelah sebelumnya dilakukan penutupan secara total akibat perbaikan Jembatan Ciujung baru oleh Kementerian PUPR RI, karena mengalami kerusakan cukup berat.

Kepala Dishub Lebak, Rusito mengatakan, hasil rapat dengan berbagai pihak, telah diputuskan jembatan Ciujung baru yang berada di By Pass akan kembali dibuka atau dilalui kendaraan tanggal 29 Januari 2020.

Muat Lebih

Akan tetapi, bagi kendaraan sumbu tiga atau lebih dari 20 ton, dilarang melintas. Karena, kondisi jembatan Ciujung Baru yang sudah tidak memungkinkan untuk dilalui kendaraan bertonase berat.

“Iya kita batasi berat kendaraan yang melintas, untuk kendaraan sumbu 3 tetap tidak boleh melintas, mengingat kondisi jembatan yang memungkinkan dilewati kendaraan lebih dari 20 ton,” ujar Rusito, kepada wartawan, Selasa (28/1/2020).

Menurut Rusito guna mengawasi lalu lalang kendaraan, pihaknya akan menerjunkan petugas Dishub di titik jalan By Pass. Karena, jika tidak ada petugas yang berjaga, dikhawatirkan kendaraan sumbu tiga akan melintas.

“Kebijakan pembatasan muatan ini juga sudah kita sosialisasikan ke sejumlah pengusaha armada dan sejumlah perusahaan-perusahaan lainnya, agar mereka mengetahui dan mematuhinya,” ucapnya.

Rusito menjelaskan, dengan kembalinya dibuka jembatan Ciujung baru, secara otomatis ruas jalan kota akan kembali normal dan kepadatan akan berkurang.

“Insya Allah kepadatan ruas jalan kota akan kembali normal, karena mulai besok (hari ini-red) tidak ada lagi mengalihan kendaraan,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan pada Dinas PUPR Lebak, Irfan menambahkan, perbaikan yang dilakukan Kementerian PUPR RI melalui balai besar wilayah Provinsi Banten sudah selesai dikerjakan. Karena, perbaikan yang dilakukan hanya perbaikan ringan dengan mengganti lantai dibeberapa titik saja.

“Perbaikan sudah selesai dan kendaraan sudah bisa melintas kecuali bagi kendaraan lebih dari 20 ton dilarang melintas sampai ada perikan secara menyeluruh,” terang Irfan.

Dikatakan Irfan, untuk perbaikan secara menyeluruh belum ada rencana, namun pembicaraan sudah dimulai. Mengingat kondisi jembatan yang sudah lebih dari 25 tahun.

“Perbaikan menyeluruh baru tahap wacana saja, mengingat banyak faktor yang harus dilakukan bukan hanya perbaikan jembatannya saja, melainkan pembebasan tanah dan yang lainnya,” pungkasnya. (akw/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.