Diterjang Tsunami, KPU Klaim Tidak Terlalu Pengaruhi DPT

  • Whatsapp

SERANG, (vivabanten.com) – Jumlah Data Pemilih Tetap (DPT) di wilayah Banten untuk perhelatan Pilpres-Pileg 2019 mendatang kemungkinan akan ada penurunan.

Hal tersebut dikatakan Komisioner Komisi Pemilihan Umun Provinsi Banten, Agus Sutisna ketika ditemui di salah satu Hotel di Kota Serang, (03/01/2019).

Bacaan Lainnya

“Memang kalau DPT kemungkinan berkurang, namun ada perekaman Data Pemilih Langsung (DPL) yang terus masih berlangsung. Jadi penurunan itu akan tertutup oleh Daftar Pemih Khusus (DPK) nantinya,” ujar Agus Sutisna.

Menurut Agus, jumlah DPT akan terus berubah walaupun ada penurunan tidak banyak. Selain itu, karena musibah yang terjadi di wilayah Banten kebanyakan dari korban adalah para wisatawan luar Banten, sehingga angka akhir untuk DPT yang berada di Kabupaten Serang dan Pandeglang tidak akan terlalu banyak yang hilang.

“Untuk jumlah akhir DPT yang menjadi korban, KPU belum mendapatkan jumlah akhir cuma berdasarkan perkembangan yang kemarin itu ada lima sampai enam puluh orang yang meninggal,” ucapnya.

Agus menjelaskan, untuk penambahan Tempat Pemungutan Suara (TPS) di tempat pengungsian kemungkinannya pasti ada, jika para pengungsi itu tetap berada dalam pengungsian sampai tanggal 17 April nanti.

“Itu telah kita antisipasi jika mereka tetap disitu sampai hari pencoblosan, kita akan buatkan TPS DPTB, TPS khusus untuk pemilih yang sudah terdaftar di DPT tapi tidak bisa mencoblos di daerah asalnya,” tuturnya.

Ketua Komisi Pemilihan Umum KPU Profinsi Banten Wahyul Furkon.

Sementara itu Ketua KPU Provinsi Banten, Wahyul Furkon menambahkan, sesuai dengan aturan DPT yang sudah diplenokan,sampai pemungutan suara nanti akan berjalan secara dinamis.

“Terkait bencana Tsunami di Kabupaten Pandeglang dan Serang kita lakukan penyisiran di bawah dan sekarang masih proses terus. Diketahui empat sampai lima korban meninggal di dalam satu TPS dan ada juga dua korban meninggal di TPS yang sama yang tersebar di delapan kecamatan untuk wilayah Pandeglang,” tuturnya.

Wahyul mengungkapkan, kalau memang nanti ada yang meniggal tentu akan dicoret namanya kemudian warga yang telah lakukan perekaman sudah dapat E KTP baru belum masuk DPT nanti akan dicatat di daftar pemilih khusus (DPK).

“Untuk data terakhir DPT yang dihapuskan lantaran menjadi korban bencana ini belum ada, karena masyarakat juga masih berkabung dan evakuasi juga masih berlangsung. Kalau mereka nanti tetap berada di pengungsian kami akan berikan from A5,” tandasnya.(pais/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.