Dokumen Milik WNA Ternyata Dikeluarkan Oleh Disdukcapil

  • Whatsapp

LEBAK, (vivabanten.com) – Diduga pemalsu dokumen ke Imigrasian Warga Negara Asing (WNA), Ditangkap oleh petugas imigrasi Kelas 1 Jakarta Timur beberapa waktu lalu kini terus berlanjut.

Informasi yang berhasil dihimpun, tertangkapnya WNA yang berasal dari Malaysia Atas Nama Tuanku Remon bin Jali, berawal pada saat hendak mengurus Dokumen Perjalanan Republik Indonesia di Kantor Imigrasi Kelas 1Jakarta Timur.

Demi mendapatkan DPRI tersebut, Rais kepada petugas memberikan data yang tidak sah atau keterangan yang tidak benar,sehingga curiga akhirnya petugas imigrasi langsung menangkap WNA tersebut.

Berdasarkan Surat Perintah Tugas (Sprintgas) dan Surat Perintah Penyidikan (Sprintdik) 001/IV/2018/WASDAKIM/ Tanggal 30 April 2018, Penyidik Pengawasan dan Penindakan Kantor Imigrasi Kelas 1 Jakarta Timur sedang melakukan Pengungkapan Tindak Pidana Keimigrasian,Terhadap salah seorang warga Negara Asing (WNA) yang memiliki dokumen kependudukan di wilayah Kabupaten Lebak Provinsi Banten.

Diketahui Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia Bernama Tuanku Remon ternyata berdomisili di Bumi LPMP Asri C.6 RT.004. RW.005, Desa Narimbang Mulya Kecamatan Rangkasbitung,Kabupaten Lebak Provinsi Banten.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Lebak, Ujang Bahrudin membenarkan adanya pembuatan dokumen tersebut namun kata Ujang pihaknya tidak tahu kalau pemohon dokumen tersebut adalah Warga Negara Asing, karena Disdukcapil hanya mencetak dan berdasarkan data dari desa dan kecamatan.

“Kami disini hanya mencetak saja, untuk data dan menerima data dari kecamatan dan desa,” kata Ujang di ruang kerjanya kepada wartawan.

Sementara Sekretaris Desa Narimbang Mulya Oong saat dikonfirmasi mengaku, dirinya hanya membuat Surat Keterangan Nikah, lantaran yang meminta mantan pimpinannya (mantan Kepala Desa Narimbang Mulya) meminta untuk dibikinkan SK Nikah melalui pesan singkat Watss app teman kantornya.

“Ya melalui Watss App teman saya mantan kades (bu pipin) meminta agar dibuatkan Surat Keterangan Nikah Atas Nama Memon,” kata Oong.

Namun lanjut Oong setelah dokumen terbit KK dan KTP menurutnya terlihat nampak ada yang janggal, kata Oong dalam Surat Keterangan Nikah tertulis hanya nama memon saja, yang muncul di KTP dan KK nama tersebut menjadi Tuanku Rais Memon .

“Menurut saya ada yang janggal terkait nama yang seharusnya memon tapi dalam dokumen menjadi Tuanku Rais Memon,” kata Oong.

Terpisah, Irka salah salah satu staf Kecamatan Rangkasbitung membeberkan dirinya merasa tertipu dengan kejadian ini, karena dirinya tidak tahu kalau pemohon rekaman pembuatan KTP adalah Warga Negara Asing.

Masih kata Irka, sebab pada saat pengajuan berkas rekaman KTP yang datang adalah mantan Kades Narimbang Mulya yang mengaku bahwa untuk rekaman pembuatan KTP adalah untuk saudaranya .

“jelas saya merasa tertipu karena waktu mengajukan berkas yaitu bu Vivin yang mengaku berkas tersebut milik saudaranya,” bebernya. (bak/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.