DPRD Kabupaten Badung Belajar Tata Kelola Kebijakan ke Pemkot Tangerang

  • Whatsapp
Putu Parwata, Ketua DPRD Kabupaten Badung berfose bersama usai kunjungan.

TANGERANG, (vivabanten.com) – Kebijakan Pemerintah Kota Tangerang terkait pengambilan keputusan dan anggaran di sekretariat dewan, menjadi salah satu alasan DPRD Kabupaten Badung untuk melakukan kunjungan Rabu (22/1/2020).
Rombongan yang dipimpin langsung oleh Putu Parwata, Ketua DPRD Kabupaten Badung, mengakui inovasi yang dilakukan Pemerintah Kota Tangerang dalam mengelola sekretariat DPRD wajib diimplementasikan didaerahnya.
“Kita melakukan kunjungan tujuannya adalah meningkatkan kinerja dewan, dan berdasarkan amanat undang undang kita wajib melakukan inovasi dan inovasi yang dilakukan pemkot Tangerang kami melihatnya sangat baik,” ujar Putu Parwata Ketua DPRD Kabupaten Badung Bali kepada wartawan.
Menurut Putu dirinya mendapatkan banyak hal baru di Kota Tangerang yang dapat diimplementasikan didaerahnya khususnya kegiatan reses yang juga dilakukan didaerahnya.
“Pola yang dikami adalah terpaku pada Lokus, dan ternyata disini tidak perlu lokus tapi jumlah orangnya yang datang dan ini kami melihat lebih efektif,” tegasnya.
Putu menambahkan, pola lokus yang saat ini diterapkan oleh daerahnya lebih mengutamakan lokasi sehingga ia mengaku kurang maksimal dalam segi kinerja, efektifitas dan efisiensi.
“Disini orangnya Efektif 150 orang, harinya juga efektif dan hasilnya pun maksimal,” tuturnya.
Putu menyebut, inovasi yang dilakukan Kota Tangerang dalam menerapkan kebijakan kendati sedikit nyaris menyerempet aturan yang berlaku, namun tidak pernah menabrak dan melanggar aturan yang telah ditetapkan.
“Artinya begini lembaga dewan adalah lembaga politik, tidak boleh melanggar aturan tetapi bagaimana kita mensiasati aturan supaya tidak melanggar, sepertinya menyerempet padahal tidak,” katanya.
Putu menambahkan, dalam menerapkan kebijakan yang lebih berpihak terhadap masyarakatnya, Pemerintah Kota Tangerang tidak terlalu kaku dan berpedoman kepada aturan yang berlaku.
“Kalau Kaku ya tidak bergerak bergerak kita, dan masyarakat kurang terlayani dengan baik,” pungkasnya. (cenk/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.