DPRD Kota Tangerang Kritik Buruknya Pembangunan Jembatan

  • Whatsapp

TANGERANG, (VB) – Jeleknya kualitas pembangunan jalan di TMP Taruna yang baru selesai dibangun, namun sudah mengelupas yang membuat lubang menganga di beberapa titik menuai kritikan dari sejumlah kalangan termasuk anggota DPRD Kota Tangerang.

Rusdi anggota DPRD Kota Tangerang dari Fraksi Golkar ini mengkritik bahwa rusaknya infrastruktur jembatan yang merugikan masyarakat ini harus menjadi cacatan penting. Sebab, baru satu bulan lebih pembangunan jembatan, tapi kondisinya sudah rusak.

Muat Lebih

“Ini sangat merugikan masyarakat. Dan, dinas terkait yakni Dinas PUPR Kota Tangerang harus memanggil kontraktor untuk membenahi infrastruktur yang rusak,” ujar Rusdi kepada wartawan.

Rusdi yang juga anggota Komisi 4 DPRD Kota Tangerang menambahkan, pihak kontraktor harus segera membenahi infrastruktur tersebut, jangan sampai pelayanan kepada masyarakat terganggu, apalagi sekarang masih berada di musim penghujan.

“Secepatnya harus segera diperbaiki, agar masyarakat (pengguna kendaraan-red) bisa merasa aman dan nyaman saat melintas,” pungkasnya.

Sebelumnya, Agus Sodik salah seorang pengendara yang setiap hari melintas di jalan tersebut mengatakan, kerusakan jalan yang baru selesai dibangun ini sangat membahayakan karena banyak lubang yang menganga.

“Saya harus ekstra hati-hati melintas jalan TMP Taruna ini karena banyak lubang. Belum lagi kondisi jalan yang menanjak dan berkelok, membuat saya harus waspada,” ujar Agus kepada wartawan, Kamis (30/1/2020).

Agus keheranan jalan tersebut baru saja selesai dibangun tapi sudah rusak dan banyak lubang yang menganga, apalagi intensitas hujan masih tinggi dan menghantui warga Kota Tangerang.

“Saya heran, jembatan baru sudah rusak. Kalau naik motor, sangat terasa sekali hentakannya. Kan, ini sangat-sangat mengganggu aktivitas,” ucapnya.

Agus menilai kualitas infrastruktur dalam proses pembangunan jembatan yang rampung belakangan ini kurang bagus. Menurutnya, kerusakan jalan ini diduga karena kontraktor mengurangi bahan-bahan material.

“Biasanya rusak ini karena lapisannya dan materialnya yang diduga dimainkan saat proses pembangunan,” tandasnya. (jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.