Dua Batu Silinder Peninggalan Sejarah Diteliti Disbudpar

  • Whatsapp
Batu Silinder Peninggalan Sejarah
Kepala Bidang Kebudayaan, Sumangku saat meninjau lokasi batu silinder di bantaran Kali Mokervat.

TANGERANG, (vivabanten.com) – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang melakukan penelitian dua buah batu berbentuk silinder berdiameter kurang lebih 50 Cm dibantaran Kali Mokervet yang diduga peninggalan sejarah di tahun 1740, Senin (27/1/2020).

Kedua batu yang diduga artefak tersebut, diyakini sebagai salah satu peninggalan sejarah dari industri pengolahan gula yang sempat menjadi primadona dan menjadi alasan Belanda menjajah negeri ini.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang, Sumangku Getar mengatakan, kedua artefak berbentuk silinder tersebut menguatkan fakta sejarah, jika Kali Mokervet adalah pilihan lintasan perekonomian bagi masyarakat Jakarta yang dulu dikenal Jayakarta dan kesultanan Banten.

“Kembali ditemukan lagi, berdasarkan informasi dari para sahabat-sahabat budaya, benda yang diduga batu sejarah dan ini kami masih perlu melakukan penelitian lanjutan,” ujar Sumangku kepada wartawan dilokasi penemuan kedua artefak tersebut.

Menurut Sumangku lokasi ditemukannya kedua batu yang diduga artefak peninggalan dimasa kolonial Belanda ini, memperkuat fakta jika di jamannya pernah ada industri gula disekitaran Cikokol Kota Tangerang.

“Hari ini kita menemukan kedua artefak ini persis didepan LP anak, yang konon dulunya adalah benteng atau markas Belanda,” ucapnya.

Sumangku menambahkan, dengan ditemukannya dua buah batu tersebut, tidak menutup kemungkinan masih banyak lagi peninggalan sejarah yang terdapat disepanjang Kali Mokervet, sehingga ia mengaku dengan menggandeng ahli sejarah, budayawan dan peneliti akan kembali menulusuri lokasi penemuan kedua benda ini.

“Kali Mokervet pernah mengalami masa-masa kejayaannya dan dengan ditemukannya ini tidak menutup kemungkinan, masih banyak peninggalan lainnya yang masih belum ditemukan,” tukasnya.
Sumangku menambahkan, kedua batu yang diduga artefak ini rencananya akan menjadi koleksi museum Tangerang setelah dilakukan penelitian lanjutan dari beberapa ahli sejarah dan budayawan.

“Kami selamatkan dulu untuk selanjutnya dilakukan penelitian dan kalau memang benar kedua benda ini peninggalan artefak, kami akan simpan di musium Tangerang sehingga dapat dinikmati seluruh masyarakat,” pungkasnya. (jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.