Dua Orang Pegawai Kecamatan Neglasari Positif Gunakan Narkoba

  • Whatsapp
Sebanyak 90 pegawai Kecamatan Neglasari saat mengikuti test urin.
Sebanyak 90 pegawai Kecamatan Neglasari saat mengikuti test urin.

TANGERANG, (vivabanten.com) – Dua dari 90 orang pegawai Pemkot Tangerang yang bertugas di Kecamatan Neglasari, kedapatan positif menggunakan zat adiktif Tetrahidrocanabinol (THC) atau yang biasa ada pada narkotika jenis ganja.

Hal tersebut terungkap saat petugas dari Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik melakukan tes urine di Kecamatan Neglasari, Selasa (09/10).

Bacaan Lainnya

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 90 pegawai kecamatan yang terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Tenaga Harian Lepas (THL) tak luput dari tes urin tersebut.

Kasi Ketahanan Bangsa dan Politik Kesbangpol Kota Tangerang, Achmad Dimyati mengatakan, dari 139 pegawai kecamatan yang terdaftar, hanya 90 pegawai yang hadir.

“Memang ada yang sakit, ada juga yang sedang tugas keluar, ada yang izin, sehingga tidak semuanya hadir,” ujar Dimyati.

Menurut Dimyati, pihaknya sengaja mengadakan tes urin tersebut di hari Selasa lantaran adanya apel di kecamatan yang mewajibkan para pegawai hadir dan berkumpul.

“Kita memang sengaja mengadakan di hari Selasa, karena ada apel sehingga semuanya berkumpul, karena ini kan sifatnya tanpa pemberitahuan sebelumnya,” ucapnya.

Dimyati menjelaskan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan pihaknya, ada dua pegawai yang terindikasi positif menggunakan THC. Kedua pegawai tersebut, berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Tenaga Harian Lepas (THL) dan kini keduanya tengah dilakukan assessment oleh Badan Narkotika Nasional (BNN).

“Kita serahkan kepada BNN, nanti BNN yang akan memberikan assessment apakah harus rehab, namun saat ini sudah diberlakukan wajib lapor,” tuturnya.

Sementara itu, Camat Neglasari, Ubaidillah Ansar mengungkapkan, pada pegawainya yang berstatus PNS telah dilakukan assessment dan dapat membuktikan tengah menjalani pengobatan.

“Kalau yang berstatus PNS memang dapat membuktikan kalau sedang pengobatan dengan obat cina, sementara yang THL saya belum dapat laporannya lagi,” jelasnya.

Meski begitu, Ubaidillah mengaku akan melakukan tindakan tegas kepada pegawainya yang berani mengonsumsi narkotika jenis apapun.

“Kita kembalikan kepada Undang-undang Kepegawaian, tapi kalau memang dia terbukti menggunakan narkoba maka pasti sanksinya pecat,” pungkasnya. (jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.