Dukun Cabul Setubuhi Korban Sebagai Syarat Angkat Harta Karun

  • Whatsapp
ILUSTRASI

PANDEGLANG, (vivabanten.com) – Mengaku sebagai seorang ahli agama, AS (53) Warga Kelurahan Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan ditangkap jajaran Polres Pandeglang.
Bahkan jajaran Satreskrim Polres Pandeglang terus mendalami kasus tersebut dan mendata korban akibat pencabulan tersebut. Ada satu korban sudah pernah disetubuhi oleh tersangka.
Kanit PPA Satreskrim Polres Pandeglang, Ipda Dasep Dudi Rahmat mengatakan, pihaknya membeberkan fakta baru setelah dilakukan interogasi dan pemeriksaan terhadap beberapa saksi, bahwa selain BT (17) ada 4 orang lagi yang menjadi korban AS.
Keempat orang itu yakni AN (23), YT (20), ST (18) warga kelurahan Kadomas, Kecamatan Pandeglang dan RN, warga Kecamatan Menes.
Menurut Dasep, untuk melancarkan aksi mesumnya tersangka mengaku bisa menarik harta karun berupa berlian dari alam gaib. Namun agar berlian tersebut bisa diambil dari alam gaib, harus ada beberapa persyaratan di antaranya harus ada anak perawan atau janda yang disiapkan.
“Alasannya berlian ini dapat terikat tidak balik lagi ke alam gaib itu harus ada perawan atau janda yang dihadirkan ke dia (tersangka) tapi ternyata digrepe-grepe malah yang satu ini disetubuhi,” ujar Dasep kepada wartawan, Kamis (23/1/2020).
“Mungkin anak yang di bawah umur juga kalau tidak keburu diamankan mungkin bisa jadi disetubuhi karena agendanya nginep, cuman karena masyarakat sudah curiga diamankan lah tersangka,” imbuhnya.
Dasem menjelaskan, selain menyiapkan perempuan ada beberapa syarat lain untuk melakukan ritual penarikan harta karun, seperti tidak boleh ada fitnah, harus ada sesajen dan minyak tertentu yang tidak boleh dilangkahi. Jika pasien melanggar aturan itu, maka akan didenda Rp5 juta oleh tersangka.
“Kalau dilangkahi atau ada fitnah kata dia berliannya bisa balik lagi dan harus bayar denda, orang-orang yang ingin harta karun ini diminta denda sebesar Rp5 juta. Ada 1 pasien yang sudah 4 kali didenda,” jelasnya.
Dasep menambahkan, dalam kasus ini tidak menutup kemungkinan masih ada korban lain, karena berdasarkan keterangan beberapa saksi diketahui bahwa tersangka tidak hanya melakukan praktik tadi di satu tempat saja.
“Informasinya seperti itu (melakukan praktik di lokasi lain-red), jadi mungkin saja bisa terus bertambah ini,” pungkasnya. (tot/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.