Elektabilitas Jokowi Terus Unggul, BMI Tangsel : Rakyat Menilai Kinerjanya

  • Whatsapp

TANGSEL, (vivabanten.com) – Elektabilitas Calon Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus unggul diberbagai survei yang dilakukan. Bahkan dibanyak wilayah, petahana yang kini maju berduet dengan KH Ma’ruf Amien dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 itu kian sulit tertandingi oleh pesaingnya.

Terakhir, hasil survei yang dirilis Lingkaran Survei Indonesia (LSI) periode tanggal 10-19 Oktober 2018 menyebutkan, elektabilitas Capres nomor urut 01 Joko Widodo-Maruf Amin mencapai 57,7 persen. Sedangkan Capres nomor urut 02 Prabowo-Sandi masih stagnan di bawah 30 persen, yaitu 28,6 persen.

Bacaan Lainnya

Survei itu dilakukan dengan menggunakan metode multistage random sampling dengan melibatkan responden sebanyak 1200 orang. Hasil demikian, memiliki kedekatan angka yang relatif sama dengan banyaknya survei lain terhadap kedua Capres tersebut.

“Rakyat menilai kinerjanya. Ini model pemimpin yang mengutamakan kerja, kerja dan kerja, sehingga masyarakat merasakan perubahan itu di lapangan,” kata Syukri Rahmatullah, Ketua Banteng Muda Indonesia (BMI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), di Pamulang.

Dilanjutkan Syukri, hasil survei positif dari banyak lembaga menunjukkan, jika kebijakan-kebijakan pro rakyat oleh Pemerintahan Jokowi tepat sasaran. Dengan begitu, masyarakat menghendaki adanya kelanjutan kepemimpinan pada periode berikutnya.

“Survei ini membuktikan bahwa Jokowi makin dicintai rakyat Indonesia,” sambungnya.

Sementara dikonfirmasi terpisah, Ketua Umum DPP Taruna Merah Putih, Maruarar Sirait, menjelaskan, Jokowi mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat dengan menjalankan pembangunan yang merata, sebagaimana diamanatkan Pancasila.

“Kalau dulu sekedar ada pertumbuhan ekonomi tanpa pemerataan, namun di zaman Pak Jokowi ada pemerataan pembangunan,” ungkapnya.

Dipaparkannya, banyak kebijakan-kebijakan Jokowi yang berdampak langsung pada kebutuhan masyarakat. Diantaranya, pembagian Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, pembagian sertifikat, alokasi dana desa yang sangat besar sepanjang sejarah Indonesia, serta Program Keluarga Harapan (PKH).

“Harga-harga sembako juga murah dan terjangkau, rupiah kembali menguat. Belum lagi pembangunan infrastruktur berupa jalan dan bendungan,” paparnya.

Menurut Ara, hal lain yang tak kalah penting adalah ketika pemerintahan Jokowi mampu bertahan di tengah perang dagang antara Amerika Serikat dan China. Padahal banyak negara lain yang ekonominya rontok akibat perang dagang itu.

“Indonesia kukuh bertahan dan bahkan mendapat pujian dari lembaga internasional seperti IMF dan Bank Dunia. Ini merupakan prestasi yang patut dibanggakan. Indonesia selain berdaulat di bidang politik, juga mandiri di bidang ekonomi, Bahkan kita saksikan, Blok Rokan menjadi milik penuh Pertamina dan kita sudah kuasai 51 persen saham Freeport,” pungkasnya. (yaz/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.