Gedung DKT Nyaris Ambruk dan Memprihatinkan

  • Whatsapp
Kondisi gedung DKT Tangerang yang kondisinya sangat memprihatinkan.
Kondisi gedung DKT Tangerang yang kondisinya sangat memprihatinkan.

TANGERANG, (vivabanten.com) – Hingga kini pembangunan gedung Dewan Kesenian Tangerang (DKT) Kota Tangerang belum juga mendapatkan sentuhan dari Pemkot Tangerang.

Tarik ulur pembangunan gedung untuk markas para pegiat seni ini terus berlanjut, bahkan rencana pembangunan selalu diwacanakan setiap tahunnya, namun hingga kini masih tetap berdiri meskipun kondisi sudah nyaris ambruk dan memprihatinkan.

Gedung DKT sudah berdiri sejak 15 tahun yang lalu, tapi belum ada upaya dari Pemkot Tangerang untuk memperbaiki atau merehabnya. Sejak tahun 2016 lalu gedung DKT tersebut, akan dibangun dilokasi yang berbeda karena tempat yang sekarang akan dipergunakan untuk lahan parker RSUD Kota Tangerang.

Hasil pantauan kondisi gedung ini lantai-lantainya sudah retak ditambal dengan semen. Langit-langitnya pun mulai bolong, cat  gedung yang berwarna putih pun mulai pudar. Halaman gedung disulap menjadi tempat parkir rumah sakit.

Meskipun begitu, anak-anak pegiat seni masih memanfaatkan gedung tersebut untuk latihan. Mereka tampak bersemangat demi menciptakan karya seni yang bermutu.

Ketua Dewan Kesenian Kota Tangerang, Sujarwo mengaku prihatin melihat anak-anak yang berlatih dengan semangat yang menggebu-gebu di sarana yang tidak terurus.

“Ya itu memang apa adanya kondisi yang sebenarnya membuat kita prihatin. Tapi ya bagaimana lagi istilahnya hal-hal yang kendala-kendala yang memang agak sulit diatasi,” ujar Sujarwo kepada wartawan, Rabu (5/9).

Menurut Sujarwo, gedung kesenian tersebut sudah tidak diurus sejak beberapa tahun terakhir. Organisasi yang ia pimpinnya mengaku ingin memperbaiki, namun terkendala anggaran.

Semenjak gedung itu tidak layak, sebagian kelompok pegiat seni memilih berlatih di sanggarnya masing-masing. Tetapi, masih ada sebagian pegiat seni yang berlatih di gedung itu.

“Artinya, eksistensi gedung kesenian masih dibutuhkan bagi masyarakat Kota Tangerang untuk menciptakan karya-karya seni,” ucapnya.

Sujarwi menjelaskan, gedung kesenian ini akan dipindahkan karena lahan bangunan yang berdiri sejak tahun 2003 ini bakal disulap menjadi sarana penunjang RSUD Kota Tangerang.

Selain itu, walaupun bangunannya diperbaiki, lokasinya sangat tidak memadai lantaran gedung kesenian saat ini dihimpit beberapa gedung pelayanan, sehingga tidak mendukung aktivitas kesenian.

“Kalaupun misalnya direhab kan lingkungan situ sudah ada rumah sakit, masjid, kelurahan. Kalaupun gedung kesenian yang spektakuler, jadi kurang nyaman,” tuturnya.

Sudjarwo mengatakan pihaknya telah berjuang mati-matian untuk gedung kesenian yang layak. Perjuangan tersebut hingga kini belum berbuahkan hasil.

“Ini mengenai perjuangan untuk berdirinya gedung kesenian. Teman-teman sudah memperjuangkan sedemikian rupa. Yah, sudah boleh dibilang kita katakan perjuangan yang cukup melelahkan,” ucapnya.

Sudjarwo menambahkan rencana pemindahan gedung kesenian dengan bangunan yang baru ini belum menemukan titik terang. Sebelumnya, ia pernah dijanjikan pemerintah bahwa gedung baru akan dibangun tahun 2017. Namun, tak kunjung terealisasi.

“Dulu kendalanya itu karena lahan yang akan dipakai lahan Kemenkumham makanya tidak jadi. Dan Sekarang ini sudah ada cuma memang belum direalisasikan, rencana di salah satu tempat gedung kesenian Insyaallah akan dibangun tahun ini. Lokasi persisnya saya belum tahu, tapi informasi itu sudah disampaikan oleh pejabat terkait pembangunan,” paparnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Tangerang, Dafyar Eliadi Hardian berjanji akan mewujudkan gedung kesenian yang baru pada tahun ini.

“Prosesnya masih dalam ULP (Unit Layanan Pengadaan) tapi belum dilelang. Pembangunan akan berjalan mulai tahun ini,” ujar Dafyar.

Menurut Dafyar, pembangunan gedung baru yang menggunakan dana APBD tahun 2018 sebanyak Rp7 miliar ini masih dalam proses. Padahal sudah memasuki akhir tahun.

Rencananya, gedung yang baru ini berada tidak jauh pada gedung yang lama yaitu di kawasan Perumahan Modernland, Kota Tangerang, tepat di belakang Toko Swalayan Pelangi.

“Tahun ini sudah dianggarkan Rp7 miliar. Lokasinya di dekat belakang Pelangi,” katanya.

Dafyar bertutur pembangunan gedung baru ini sudah direncanakan pada tahun 2017. Namun kendala ini bukan karena lahan, melainkan design bangunan. Sementara, bangunan yang lama juga akan disulap menjadi gedung yang baru untuk Palang Merah Indonesia.

“Ya itu memang sudah direncanakan mau akan dibangun. Tapi terkendala designnya,” tuturnya.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Tangerang, Turidi Susanto menambahkan pembangunan gedung baru pada gedung kesenian harus sesuai dengan kebutuhan.

“Gedung kesenian kan punya implementasi tersendiri. Ketika ada pembangunan gedung, dewan kesenian bisa datang ke kami untuk mengusulkan, memberikan gambaran gedung yang diinginkan seperti apa,” katanya.

Ia juga akan mempertanyakan Dinas Perumahan dan Permukiman terkait dengan proses pembangunan gedung baru yang direncanakan mulai pada tahun ini.

“Sebab, sampai akhir tahun ini, proses pembangunan belum tampak,” tukasnya. (jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.