Gedung Sekolah Disegel Ahli Waris, Walikota Terkesan “Cuek”

  • Whatsapp

TANGSEL, (vivabanten.com) – Lagi soal pendidikan dan gedung sekolahan di Kota Tangerang Selatan, disegel ahli waris. Akibat penyegelan tersebut, para pelajar SDN 02 Muncul Kecamatan Setu mengungsi belajar. Ironisnya Pemkot Tangsel masih adem ayem menanggapi permasalahan yang terjadi.

Tri (45) orangtua murid kepada awak media mengaku merasa kesal atas penyegelan yang terjadi, namun dirinya tak bisa salahkan ahli waris tapi masalah tersebut harus cepat diselesaikan.

Bacaan Lainnya

“Pemkot harus cepat selesaikan masalah ini, jangan sampai anak- anak tercecer belajarnya apalagi mau ada ujian. Walikota jangan diam bae,” ketus Tri, Rabu (21/11).

Menurut Tri, dirinya tidak persoalkan jika tanah itu milik ahli waris, ia memohon kepada Walikota dan kepala dinas terkait bisa segera mediasikan secara cepat agar proses belajar mengajar tidak terganggu.

“Kami sebagai orang tua siswa memohon kepada Ibu Walikota Airin agar bisa segera menyelesaikan persoalan ini,” ucapnya.

Hal senada diungkapkan Nur (25) wali murid. Dirinya kecewa atas lambatnya kinerja Pemkot. “Punya Walikota dan wakil rakyat kok cuma diam saja ya? Pendidikan di Tangsel sudah tidak gratis masih banyak masalah lagi,” tegasnya.

Sementara itu tokoh muda dan juga Ketua Badan Musyawarah Tangsel, Julham Firdaus berharap persoalan hak waris, sengketa dan masalah pendidikan tidak menjadikan lembaga pendidikan sebagai tumbal kebobrokan pemerintahan memenej dinasnya.

“Lagi-lagi pendidikan di Tangsel penuh dengan intrik politik kepentingan kelompok. Kalau sudah tau tanahnya masih milik ahli waris, mestinya ada mediasi penyelesaian sebelum pembangunan gedungnya, jika begini yang menjadi korban tentu para peserta didik di sekolahan tersebut,” tandas Julham Firdaus

Sementara itu, ahli waris almarhum H. Mursan, Ummu (41) mengatakan, bahwa tanahnya terpakai oleh gedung sekolah SDN 02 Muncul Kecamatan Setu saat proses pembangunan di tahun 2015.

“Sejak tahun 2015 hak waris saya digantung oleh Pemkot, padahal tanah kami diserobot oleh Pemkot dalam pembangunan gedung sekolahan, kami warga kecil mohon jangan kriminalisasi dan politisasi dan kami hanya menuntut keadilan saja,” tukasnya.(yaz/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.