Guru PNS Jadi Istri Kedua, Dilaporkan Istri Pertama

  • Whatsapp

SERANG, (vivabanten.com) – Terkait adanya laporan berinitial (E) ASN di Dinas Pendidikan Provinsi Banten yang berprofesi sebagai salah satu pengajar SMKN di Kota Serang, BKD Banten lakukan pemanggilan terhahdap terlapor dan pelapor, Senin (10/12/2018).

Kepala Bidang Pembinaan dan Data Kepegawaian BKD Provinsi Banten, Alfian, mengatakan memang ada pengaduan dari (P) selaku istri syah dari (F) yang mengadukan bahwa adanya dugaan perkawinan suaminya dengan (E) salah satu Guru PNS di SMK Kota Serang.

“Hari ini, Kita telah buatkan pernyataan pelapor dan kita juga telah memanggil Faturrohman suami dari ibu Poppy dan kita telah buatkan BAP-nya dan kita mintai keterangan juga. Telah mengakui bahwa yang bersangkutan saudari Eti juga telah kita BAP juga dan telah mengakui pula bahwa dirinya telah menikah dengan saudara Faturrohman yang masih menjadi suami syah dari ibu poppy,” ujar Alfian.

Kabid Pembinaan dan Data Kepegawaian BKD Provinsi Banten Alfian

Menurut Alfian, intinya guru SMK ini yang statusnya ASN menjadi Istri kedua dan semua sudah kita periksa tadi, untuk kita jadikan rasume hasil pemeriksaan yang akan disampaikan ke sidang disiplin yang akan di ketuai oleh Sekda Provinsi.

“Jadi nanti merekalah yang akan menentukan jenis pembinaan PNS atau guru yang menjadi istri kedua ini, terkait apa hikumannnya itu kewenangan sepenuhnya tim disiplin yang beranggotakan sembilan anggota. Namun nanti bila telah ada keputusannya, baru nanti kita yang akan menandatangani,” ucapnya.

Jika bicara terkait aturan sambung Alfian, kasus semacam ini jelas melanggar aturan dalam PP 45 yang nenyebutkan bahwa seorang PNS wanita tidak diperkenankan menjadi istri kedua, ketiga dan seterusnya.

“Jadi tidak diperkenankan, artinya apabila melanggar maka itu merupakan pelanggaran dari PP 45, hukumannnya lari ke PP 53 yaitu tentang disiplin pegawai negeri sipil berupa hukuman berat mulai dari penurunan pangkat selama tiga tahun, sampai dengan pemberhentian dengan tidak hormat, kita tunggu hasil dari tim yang akan bersidang dari Sekda,” tuturnya.

Sementara itu (F) suami dari kedua istrinya yang sedang tersangkut masalah di BKD Provinsi menjelaskan, dirinya datang untuk memenuhi panggilan dari BKD Provinsi untuk klarifikasi terkait pengaduan dari istri pertamanya (P) terhadap istri keduanya (E) yang masih berprofesi sebagai PNS pengajar di SMK Negeri Kota Serang.

“Alhamdulillah, apa yang ditanyakan tadi saya jawab dengan apa adanya tidak ada yang ditutup-tutupi dan tadi saya diperiksa sekitar satu jam lebih. Saya menyerahkan sepenuhnya pada intansi yang bersangkutan masalah ini, saya tidak mau interfensi apapun hasilnya nanti,” pungkasnya. (pais/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.