Hakim PTUN Serang Tolak Gugatan M Nizar

  • Whatsapp
Sidang gugatan dari M Nizar di Pengadilan Tinggi Banten. (Foto : usdo/vivabanten.com)
Sidang gugatan dari M Nizar di Pengadilan Tinggi Banten. (Foto : usdo/vivabanten.com)

SERANG, (vivabanten.com) – Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Serang (PTUN) Banten, kembali menyidangkan putusan gugatan M. Nizar terhadap Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Dengan putusan KPU  Banten Nomor : 079/Kpts/ KPU-Prov-015/Tahun 2014 tentang Perubahan Surat Keputusan Nomor : 31/Kpts/KPU-Prov-015/TAHUN 2014 tentang Penetapan Perolehan Suara dan Kursi Partai Poilitik Serta Penetapan Calon Terpilih Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Banten Pemilihan Umum Tahun 2014.

Mejelis Hakim menggugurkan tuntutan M Nizar dengan mempertimbangkan Undang-Undang Peradilan Tata Usaha Negara Pasal 55 paling lama 90 hari setelah mengatahui putusan tersebut lebih dari batas waktu ditentukan tidak bisa melakukan gugat putusan KPU Banten mengenai berita acara rapat pleno pengganti calon terpilih anggota DPRD Provinsi Banten pada Pemilu Tahun 2014 atas nama Asep Hidayat.

Muhammad Nizar dari Partai Gerindra dari Daerah Pemilihan Banten 5 (Kota Tangerang ) menggugat  KPU Banten dan tergugat Interpeksi Asep Hidayat Anggota Dewan Partai Gerindra.

Dalam agenda sidang PTUN mendengarkan putusan Majelis Hakim dengan nomor perkara 17/G/2017/PTUN.SRG. Dimana pimpinan persidangan diketua Hakim M. Ferry Irawan,SH. Hakim Anggota M. Ikbar Andi Endang, SH, MH, Andi Fahmi Aziz, SH, dan Panitera Hj. Evy Farida Damyati, SH, MH.

“Memutuskan, menggugurkan esepsi yang diajukan penggugat terhadap tergugat KPU Banten dan tergugat interpeksi yang berkenaan dengan gugatan penggugat telah lewat waktu 90 hari sebagaimana diatur dalam pasal 55 Tahun 1986,” kata Ketua Majelis Hakim dalam persidangan, Kamis (14/9/17) kemarin.

Selain itu pertimbangan lain dari majelis hakim menyatakan gugatan penggugat tidak memenuhi syarat formal (Niet Ontvankelijk Verklard). Pengadilan juga berpendapat untuk batas tenggang waktu pengajuan gugatan Muhammad Nizar dalam sengketa a quo dihitung sembilan puluh hari sejak diterimanya obyek sengketa 1 dan obyek sengketa 2 oleh Penggugat yakni pada tanggal 24 Juli 2014 atau setidak-tidaknya pada tanggal 28 Agustus 2014.

“Dengan demikian, gugatan Penggugat yang didaftarkan di kepaniteraan perkara Pengadilan Tata Usaha Negara Serang pada tanggal 31 Maret 2017 telah nyata-nyata melampaui batas tenggang waktu sembilan puluh hari sebagaimana yang ditentukan dalam norma Pasal 55 Undang-Undang Peratun,” ucap Hakim anggota saat membacakan amar putusan dan penggugat membayar uang perkara sebesar 380 ribu rupiah.

M Nizar saat dimintai keterangan terkait ditolaknya gugatan, dirinya tidak memberikan komentar dan langsung naik mobil.

Sementara Pengacara tergugat Deddy Suryadi mengatakan, dirinya sangat bersyukur perkara ini diputuskan dengan adil dan mengacu pada undang – undang dan peraturan yang berlaku di Negara ini.

“Kami bersyukur karena majelis hakim memutuskan perkara kliennya dengan adil,” tukasnya. (usdo/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.