HUT Ke 492 Pemkab Serang, Tatu Akui Masih Banyak PR

  • Whatsapp

SERANG, (vivabanten.com) – Dalam merayakan hari jadi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang yang ke-492 tahun. Bupati Pemkab Serang, Ratu Tatu Chasanah mengakui, bahwa masih banyak PR yang belum mampu terealisasikan oleh Pemkab Serang.

Bacaan Lainnya

Tatu mengungkapkan, PR tersebut yaitu, pembangunan kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten (Pusmpemkab) Serang yang belum terbangun. Bahkan persoalan pengangguran dan kemiskinan yang masih tinggi, dan tidak dapat diatasi.

“Pada peringatan hari jadi Kabupaten Serang yang ke-492 tahun ini, tentunya di tengah pencapaian-pencapaian dan keberhasilan yang kita peroleh dalam kebutuhan dasar masyarakat, kita juga memiliki banyak PR. Diantarannya, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pengangguran, dan kemiskinan yang masih tinggi. Ini harus segera kita tuntaskan, agar masyarakat dapat sejahtera,” ujar Tatu saat ditemui di Kantor Pemkab Serang, Rabu (10/10/2018).

Untuk mengatasi permasalahan yang ada, lanjut Tatu di Kabupaten Serang, dirinnya pun optimis bisa menyelesaikannya dengan semangat kebersamaan dari berbagai pihak.

“Saya yakin kesejehateraan masyarakat Kabupaten Serang akan tercapai dengan baik. Karena target kita ke depan terus wirausaha masyarakat Kabupaten Serang, sebagai cerminan kesejahteraan rakyat,” ucapnya.

Kemudian tekait dengan rehab Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), Tatu mengakui, jika ada anggaran dari Pemerintah Pusat yang tidak terserap, karena terkendala Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) dan Petujuk Teknis (Juknis) yang diberikan kementerian terkait.

“Untuk pembangunan Rutilahu dari APBD, dari provinsi dan dari sumbangan ASN (aparatur sipil negara) terserap semua. Tapi kalau dari Pemerintah Pusat, tidaklah terserap. Makannya kita tak maksimal dalam membangun Rutilahu,” ungkapnya.

Sementara untuk pembangunan Puspemkab, masih kata Tatu, pada tahun ini masih fokus untuk pembebasan lahan kantor Puspemkab Serang yang belum selesai. Namun demikian, pihaknya memastikan jika pada 2019 akan dimulai pembangunan fisik.

“Mungkin tidak bisa menganggarkan besar-besaran, karena kebutuhan masyarakat masih banyak sekali. Tapi pelan-pelan kita menyisihkan anggaran untuk puspemkab bisa terbangun,” Pungkasnya. (pais/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.