Ibu Histeris Anaknya Batal Sidang

  • Whatsapp
Ibu terdakwa saat menangis histeris di Pengadilan Negeri Tangerang.
Ibu terdakwa saat menangis histeris di Pengadilan Negeri Tangerang.

TANGERANG, (vivabanten.com) – Ibu terdakwa menagis histeris saat melihat anaknya dibatalkan dalam persidangan ketiga di Pengadilan Negeri Tangerang Kota, Senin (30/4/2018).

Pembatalan sidang tersebut disebabkan, Jaksa dan Hakim tidak ada di tempat, padahal sebelumnya hakim telah memutuskan sidang akan kembali digelar pada Senin (30/4/2018).

Bacaan Lainnya

Sidang ketiga yang dijadwalkan pembacaan eksepsi dari kuasa hukum terdakwa, batal digelar karena Hakim dan Jaksa kompak tidak bias hadir. Keadaan tersebut, membuat Ibu terdakwa pengopolsan tabung gas elpiji 3 kilogram, menangis histeris.

“Saya sakit hati melihat anak saya, yang tak bersalah menjadi terdakwa dalam persidangan. Hati ibu mana yang tak sedih melihat anaknya duduk di dalam persidang dan dibatalkan seketika,” ujar Mutia Ibu terdakwa.

Menurut Mutia, dirinya sangat sedih melihat anaknya ditangkap polisi dengan mengunakan senjata laras panjang, seakan-akan anaknya menjadi seorang teroris.

Kuasa hukum terdakwa, Hindra Tarigan mengungkapkan, kejadian tersebut bermula pada Selasa pukul 15:00 akhir bulan Januari. Tiba-tiba langsungĀ  di bawa ke Polres Tangerang Kota, sementara hari Rabu sore anaknya saya sudah pulang kerumah. Tapi dari pihak kepolisian menjemput dia kembali tak lama berselang datang surat penangkapa dan penyidikan.

ā€œBerdasarkan Pasal 1 yang menyatakan, tidak ada perbuatan yang boleh di hukum, selain kekuatan aturan pidana dalam Undang-undang, yang diadakan pada waktu perbuatan itu terjadi,” ujar Hindra Tarigan.

Menurut Hindra, pihaknya telah menyelesaikan eksepsi yang diperintahkan oleh Hakim pada persidangan minggu lalu. Tapi setelah selesai dan sidang telah diagendakan, namun Jaksa dan Hakim malah tidak ada di tempat.

“Dengan alasan menjenguk orang meninggal, sementara itu kan bukan tugas negara,” tukasnya.(jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.