Jadwal Penerbangan Dirubah Sepihak Ribuan Penumpang Garuda Mengamuk

  • Whatsapp

BANDARA, (vivabanten.com) – Ribuan penumpang Maskapai Garuda Indonesia, baik penerbangan Domestik dan Internasional mengamuk hingga terlantar di Bandara Soetta, Tangerang, Banten. Pasalnya, pihak maskapai Garuda Indonesia merubah jadwal penerbangan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu ke sejumlah rute penerbangan, Sabtu (2/12/2017).

Sehubungan dengan terjadinya beberapa penundaan dan pembatalan penerbangan Garuda Indonesia di sejumlah rute, hingga dini hari ribuan penumpang masih terlantar.

Akibatnya di sejumlah penundaan dan pembatalan penerbangan pada hari ini yang terjadi dengan adanya penumpukan terhadap ribuan penumpang. Hal tersebut dibeberapa sektor penerbangan di Indonesia, dikarenakan proses masa recovery sebelumnya sempat terdampak Erupsi Gunung Agung, Bali, beberapa waktu lalu.

Menurut Erlinda Iswanto KPAI RI selaku penumpang mengatakan merasa kecewa atas kejadian ini, karena pihak Garuda tidak koperatif. Semestinya, pihak garuda memberitahukan informasi kepada seluruh penumpang, ucapnya.

“Dengan adanya peristiwa ini, maka ribuan penumpang yang menjadi korban dan merugi segalanya,” tegas Erlinda.

Selama penutupan Bandara Bali dan Lombok akibat erupsi Gunung Agung, Garuda Indonesia telah membatalkan lebih dari 300 penerbangan yang menyebabkan crew dan pesawat sempat tertahan di beberapa bandara outstation (domestik & internasional), sehingga harus dilakukan penyesuaian massive terhadap assignment crew dan pesawat.

Perubahan yang massive tersebut kemudian memberikan dampak terhadap penjadwalan pesawat dan crew serta penumpukan ribuan penumpang hingga terlantar.

Sementara Hengki Heriandono VP Corporate Secretary PT Garuda Indonesia menjelaskan, adanya penundaan sejumlah sektor penerbangan Garuda Indonesia tersebut terjadi dikarenakan total trafik penerbangan di Bali berkontribusi terhadap 30 persen dari total daily flight Garuda Indonesia setiap harinya.

“Selain disebabkan oleh proses masa recovery operasional penerbangan pasca erupsi Gunung Agung, faktor cuaca juga menjadi salah satu kendala signifikan terkait penundaan penerbangan Garuda Indonesia pada hari ini,” jelasnya.

Hengki mengatakan, komitmen keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama bagi Garuda Indonesia, untuk itu kami senantiasa berupaya untuk memenuhi standar keselamatan dan keamanan penerbangan dalam menjalankan operasional penerbangan.

Garuda Indonesia menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami seluruh penumpang atas situasi terjadi, dan kami hingga saat ini terus berupaya untuk memulihkan dampak dari keterlambatan penerbangan tersebut dengan memaksimalkan seluruh lini pelayanan operasional penerbangan.

Garuda Indonesia juga akan menerapkan delay management policy kepada seluruh penumpang yang terdampak, termasuk memberikan snack meals, biaya kompensasi, penyediaan fasilitas hotel penumpang hingga mengupayakan pemberangkatan penumpang pada beberapa penerbangan Garuda Indonesia yang tersedia.(usdo/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.